MEDAN — Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 Sumatera Utara (PD 14 Sumut) mendorong jajaran Direksi dan Komisaris PT Bank Sumut (Perseroda) untuk tampil lebih berani dan percaya diri dalam menggarap pasar sektor pendidikan tinggi.
Bank milik daerah tersebut disarankan segera membangun kerja sama strategis dengan para rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Medan dan seluruh wilayah Sumatera Utara, guna mengukuhkan perannya sebagai “Bank Kampus” lokal.
Ketua PD 14 Sumut, Muhri Fauzi Hafiz, mengatakan peluang PT Bank Sumut untuk mendominasi ekosistem keuangan kampus sangat terbuka dan memiliki landasan yang rasional.
“Kami berharap jajaran Direksi dan Komisaris Bank Sumut yang menjabat saat ini memiliki keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi untuk menemui para rektor PTN dan PTS, serta menjadikan Bank Sumut sebagai ‘Bank Kampus lokal’. Bank Sumut memiliki potensi yang tidak dimiliki oleh bank-bank nasional lainnya di Sumatera Utara,” tegas Muhri Fauzi Hafiz dalam keterangannya di Medan, Selasa (18/8/2026).
Muhri yang juga Ketua Media Indonesia Raya (MIRA) dan Pembina Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah Deli Serdang (PD MES Deli Serdang), menyebutkan terdapat sejumlah alasan strategis yang membuat Bank Sumut layak menjadi Bank Kampus lokal.
Pertama, kepemilikan saham oleh pemerintah daerah di Sumatera Utara. Menurutnya, sinergi ekonomi daerah tersebut membuat keuntungan dari transaksi perbankan di lingkungan kampus berpotensi kembali ke daerah dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang selanjutnya dapat mendukung pembangunan Sumatera Utara.
Kedua, keterikatan dengan basis nasabah ASN. Muhri menilai Bank Sumut memiliki basis nasabah yang kuat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumatera Utara, mulai dari pengelolaan payroll gaji hingga layanan kredit.
Ketiga, karakteristik demografis mahasiswa. Sebagian mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di Kota Medan merupakan anak-anak ASN yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Keempat, pola aliran transaksi orang tua dan mahasiswa. Kota Medan merupakan salah satu pusat pendidikan tinggi dengan jumlah mahasiswa yang besar. Banyak mahasiswa berasal dari kabupaten/kota di luar Medan, sementara orang tua mereka tetap berdomisili di daerah asal.
“Karena itu, dengan jaringan kantor cabang dan ATM Bank Sumut yang menjangkau hingga tingkat kecamatan, proses pengiriman uang saku maupun pembayaran biaya kuliah dapat menjadi lebih praktis, cepat, dan efisien,” ujarnya.
Muhri juga menilai kesiapan infrastruktur dan layanan digital menjadi faktor penting dalam mewujudkan Bank Sumut sebagai Bank Kampus.
“Ya, memang sewajarnya saat ini Bank Sumut juga melakukan kesiapan infrastruktur dan layanan digital. Kami pikir, saat ini Bank Sumut sudah siap dengan layanan digital terintegrasi, seperti host-to-host pembayaran akademik, Sumut Mobile, hingga penyediaan Kartu Tanda Mahasiswa multifungsi, untuk mengelola ekosistem keuangan perguruan tinggi secara profesional,” pungkasnya. (*)
















