Home

Berpolitik, Atau Diam ?

Foto: Ketua PSI Sumatera Utara

#bangfauzi.com

Berpolitik bagi sebagian orang mengasyikkan dan menjadi pilihan baginya untuk meraih kekuasaan. Berpolitik yang dimaksud, tentu bukan sekedar menggosip soal isu hangat yang viral bersama teman-teman. Berpolitik, berarti dirinya menyibukkan dengan aktivitas politik. Jika saat ini sudah menjadi anggota DPR/DPRD maka, berpolitik sudah menjadi bagian aktivitas kehidupan sehari-hari.

Bagi sebagian kita yang selalu peduli dengan situasi negara dan kehidupan rakyat, berpolitik itu mengasyikkan. Namun, pada kelompok ini, kekuatan politik hanya bisa sampai pada wacana kita berbicara, bukan melakukan intervensi langsung kepada pihak-pihak tertentu.

Berpolitik itu membuat kita tidak bisa diam, dimulai dari keresahan yang dirasakan, sampai akhirnya mendorong kita untuk melakukan aksi untuk satu perubahan yang diperjuangkan. Penulis mengajak setiap kita yang punya kepedulian untuk pembelaan hak-hak rakyat, agar berpolitik. Masuk dan nikmati ruangan politik yang sudah ada di rumah besar Indonesia yang kita punya. Pilihannya banyak, mulai dari menjadi anggota dan pengurus partai politik, atau menjadi anggota DPR/DPRD, atau menjadi kepala daerah, sah-sah saja pilihan itu bisa kita lakukan karena memang banyak sarana berpolitik di Indonesia. Perlu diingat, sistem parlementer yang saat ini dianut dalam perpolitikan nasional, maka, kekuatan partai politik dalam berpolitik separohnya ada di parlemen. Dimana yang separohnya lagi?

Pertanyaan di atas kita biarkan saja dulu, hari ini, kita meyakinkan diri dulu bahwa Berpolitik itu memang harus bergerak, tidak boleh diam. Kalau Anda punya minat memperhatikan keadaan sekitar, punya kepedulian sosial bahkan keresahan atas kesenjangan yang terjadi, Anda harus berpolitik. Diam juga pilihan, tetapi ketika itu terjadi, Penulis sebut Anda egois atas kenyamanan yang sudah diraih. Jika, atas nama peran yang sedang kita jalankan kita tidak bisa menjadi anggota dan pengurus partai politik, dianjurkan secara diam-diam berikan dukungan atas keputusan politik yang diambil oleh partai politik yang kita rasa mewakili kebenaran yang kita yakini. Kerumitan yang sulit dijelaskan, jika Anda tidak berpolitik, tetapi Anda ribut soal ketidak adilan yang terjadi, sambil mencari kambing hitam. Berpolitik itu memang berat, karena tidak semua kita mampu melakukannya. Diam-pun, sesungguhnya  berat juga, karena kita seperti menjaga diri sendiri untuk kepentingan pribadi, padahal kita adalah mahluk sosial yang hakikatnya punya kepedulian antara sesama. (*)

Foto: Ketua PSI Sumut

 

To Top