Home

Bang Fauzi, Ajak Anak Muda Sumut Bergabung Bersama PSI

#bangfauzi
Tahun 2021 menjadi tahun penting atas pergerakan dan pilihan politik Bang Fauzi. Mengapa? Sebab, tahun ini Bang Fauzi yang memiliki nama lengkap Muhri Fauzi Hafiz, bersama beberapa orang yang dikenalnya baik menyatakan diri bergabung dan ikut dalam perjuangan Partai Solidaritas Indonesia di Sumatera Utara.

Baju partai pun berganti, dari warna biru menjadi warna merah. Menurut Bang Fauzi, perubahan ini memang dilatar belakangi dengan beberapa alasan. Salah satunya kesesuaian visi, misi dan DNA perjuangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan harapan pribadi Bang Fauzi atas kondisi politik Indonesia saat ini dan masa depan. Bang Fauzi menyadari meskipun harus kembali berjuang bersama sahabat-sahabat yang baru, dirinya meyakini akan ada hasil yang bisa diraih.

Dari sejarah berdirinya PSI, yang kabarnya ide itu berawal dari obrolan santai lima anak muda di sebuah kafe di bilangan Jakarta Selatan pada akhir 2014 dimana akhirnya obrolan tersebut membuahkan sebuah partai yang lolos verifikasi Pemilu 2019 dengan elektabilitas mengalahkan beberapa partai pendahulu.

Hal ini Bang Fauzi kutip dari informasi di website psi.id yang diungkapkan Sekretaris Jenderal PSI saat itu (2018) Raja Juli Antoni.

Raja menceritakan, dirinya dan mantan presenter televisi Grace Natalie dan Isyana Bagoes Oka beserta dua anak muda lainnya hadir di pertemuan di kafe itu.

Pertemuan dilakukan tidak terlepas fenomena terpilihnya Joko Widodo sebagai presiden dari Pilpres 2014 dan tradisi “kolot” partai politik melahirkan calon pimpinan, bukan pemimpin.

“Kami dulu awalnya sekali cuma berlima saja duduk di cafe, terus kami bicara soal reformasi partai politik,” ujar pria kelahiran Pekanbaru, Riau, 40 tahun itu.

Menurut Raja, pertemuan di kafe hingga membuahkan keinginan mendirikan parpol itu tidak begitu saja terjadi. Ia dan keempat orang tersebut telah saling mengenal dan mempunyai cara pandang yang sama tentang situasi politik terkini.

“Kami berlima bukan satu komunitas atau punya hobi sama. Tapi, sejak jauh-jauh hari kami sudah saling kenal dan suka kontak-kontak, lalu bertemu dan mengobrol di kafe itu,” ujarnya.

“Kalau saya kenal dengan Grace karena sebelumnya sering jadi narasumber di program acara Grace. Dan waktu saya studi di Australia saya juga sudah sering kontak dia minta data-data dari SMRC (Saiful Mujani Research and Institute),” jelasnya.

Dalam obrolan santai itu, kelimanya sepakat menyatakan hampir semua lembaga negara melakukan reformasi ke dalam dan keluar lembaganya, termasuk institusi TNI dan Polri. Namun tidak demikian dengan partai politik. Sebab, 19 tahun pasca-reformasi 1998, parpol masih melulu menggunakan cara lama.

“Masih ada mahar, masih ada politik yang transaksional dan yang paling penting, tidak terlihatnya pengkaderan yang berkualitas dari partai-partai ini. Sehingga produk yang dihasilkan begitu-begitu saja,” ujarnya.

“Kami punya concern yang sama, optimistisme yang sama tentang Indonesia baru, terutama setelah melihat sosok Jokowi. Kami melihat Indonesia baru itu bisa terjadi, di mana ada orang biasa karena demokrasi bisa jadi wali kota, gubernur hingga presiden. Itu bisa terjadi karena kinerja. Sebab, dia bukan anak siapa-siapa, bukan anak orang kaya,” sambungnya.

Kutipan yang dibaca Bang Fauzi ini sungguh menggugah. Bang Fauzi, berkata, “Meskipun saat ini bukan siapa-siapa lagi dalam lingkaran kekuasaan politik di daerah, namun, pribadi ini sudah mengakui sebagai loyalis politik, sehingga tidak bisa lepaskan diri dari semua cerita tentang politik. Sehingga saat merasa ada kesesuaian PSI dengan harapan Bang Fauzi untuk masa depan politik Indonesia, Saya menyatakan ikut PSI.”

Beberapa teman-teman Bang Fauzi mungkin terkejut dan merasa belum mengetahui apa alasan Bang Fauzi pindah partai. Tetapi rekam jejak yang akan dilanjutkan Bang Fauzi memang akan membawa PSI di Sumatera Utara.

“Cerita kerja dan prestasi bersama PSI belum ada, tetapi bersama sahabat Saya bro Nezar Djoeli dan beberapa orang lainnya kami akan berkolaborasi untuk meyakinkan masyarakat dan anak muda Sumatera Utara, bahwa bersama PSI kita bisa menorehkan karya besar bagi peradaban politik Indonesia,” kata Bang Fauzi. (*)

To Top