Berita

Tanggapi Wapres Ma’ruf Amin Bang Fauzi Sebut Ekonomi Syariah Mampu Bantu Indonesia Hadapi Resesi

#bangfauzi, binjai.

Diambil dari halaman media online nasional beberapa waktu lalu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan harapannya agar ekonomi dan keuangan syariah bisa membantu menanggulangi dampak ekonomi nasional yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Hal itu menjadi tantangan tersendiri sejauh mana ekonomi syariah dapat berperan lebih besar dalam penanggulangan dampak kontraksi ekonomi tersebut,” ujar Ma’ruf saat membuka Ijtima’ Sanawi Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) 2020 secara virtual, Kamis (5/11/2020), lalu.

Menurut Ma’ruf, secara konsepsi, seharusnya ekonomi syariah di Tanah Air dapat berperan lebih besar dalam mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi.

Apalagi, prinsip ekonomi syariah antara lain terciptanya pelayanan sosial bagi setiap umat.

“Prinsip tersebut memberikan panduan bahwa aktivitas ekonomi syariah seharusnya diorientasikan pada terciptanya pelayanan sosial yang bisa meringankan beban kaum yang lemah secara ekonomi,” kata dia.

Dikutip dari Kompas TV, BPS secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia mengalami resesi. Pada kuartal III, pertumbuhan ekonomi Indonesia -3,49 persen (year on year/yoy/ tahunan). Jumlah tersebut menyusul pertumbuhan yang juga negatif di kuartal dua, tepatnya -5,32 persen. Atas dasar pertumbuhan dua kuartal berturut-turut yang negatif tersebut, menjadi sah sebuah negara disebut mengalami resesi.

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah kota Binjai, Muhri Fauzi Hafiz, menanggapi dengan positif apa hal yang menjadi harapan Wakil Presiden Ma’ruf Amin agar ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia bisa menjadi salah satu solusi membangkitkan ketahanan ekonomi nasional baik dimasa pandemi dan resesi ini.

Menurut Muhri Fauzi Hafiz, apa yang disampaikan Wapres merupakan tantangan bagi para pelaku dan penanggung-jawab ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Sebagai sebuah sistem ekonomi yang sebenarnya sudah diakui dunia, Ekonomi Syariah sudah memeliki alat ekonomi yang bisa bekerja dan berkolaborasi untuk menghadapi masa pandemi covid-19 dan resesi.

“Wapres menyampaikan harapan itu, karena Beliau sudah memahami bahwa sebagai salah satu sistem ekonomi, ekonomi dan keuangan syariah akan mampu menjadi solusi bagi Negara dalam menghadapi resesi. Beberapa perangkat dan kebijakan dalam sistem ekonomi dan keuangan syariah sudah pernah membuktikan kekuatannya saat Indonesia mengalami krisis moneter tahun 1997/1998 lalu. Hubungan perbankan syariah yang sangat dekat dengan sektor riil pada masa krisis moneter lalu, teruji menjadi salah satu solusi. Selain itu, saat berhubungan dengan keuangan publik, instrumen zakat, infak dan sedekah juga bisa diandalkan dalam menghadapi masa pandemi dan resesi saat ini,” ujar Muhri Fauzi Hafiz,yang sering disapa Bang Fauzi kepada wartawan, melalui pesan whatsapp yang disampaikan, Minggu, 15/11/2020.

Bang Fauzi menambahkan, kelemahan yang ada sesungguhnya respon aktif dari pemangku kekuasaan, baik di daerah maupun pusat. Jika mau kita pahami, sesungguhnya harapan Wapres ini juga perintah tidak tertulis agar semua pihak yang punya tanggung jawab di bidang ekonomi dan keuangan syariah bertindak cepat menindaklanjuti dengan melahirkan regulasi dan program konkrit.

“Ada kelemahan yang sering terjadi, saat membahas ekonomi dan keuangan syariah disini, yaitu, respon yang lambat dari pemerintah daerah dan pihak lainnya untuk cepat memberikan program konkrit supaya harapan Wapres bisa terwujud,” kata Bang Fauzi mengakhiri. (*)

To Top