Berita

Calon Kepala Daerah Pilkada 2020 Minim Tawarkan Isu Ekonomi Syariah

Bangfauzi.com – Menurut Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) kota Binjai Muhri Fauzi Hafiz, isu ekonomi syariah bukanlah isu sensitif untuk kepentingan umat islam saja, hal ini harus disampaikan kepada publik bahwa saat ini ekonomi syariah sudah membumi menjadi bagian dari kehidupan umat berbangsa dan bernegara.

Sebagaimana kita ketahui saat ini, Presiden Jokowi juga sudah tampil bersungguh-sungguh menjadikan ekonomi syariah sebagai bagian dari kebijakan pembangunan nasional.

Hal itu ditandai dengan kehadiran komite keuangan syariah nasional (KNKS) Indonesia yang langsung bertanggungjawab kepada Presiden terkait perkembangan keuangan syariah dan turunan lainnya di Indonesia.

“Kondisi tersebut itu sepatutnya, disambut oleh para pemangku kepentingan di daerah, seperti kepala daerah mulai dari Gubernur/Bupati dan Walikota, semestinya tidak usah sungkan untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai bagian dari kebijakan pembangunan daerah,” ujar Muhri Fauzi Hafiz kepada wartawan, Rabu, (22/1/2020).

Ditambahkan oleh Cand.(Dr.) Ekonomi Syariah ini, bahwa, upaya sungguh-sungguh para kepala daerah itu juga bisa ditunjukkan dengan memasukkan bagian kebijakan ekonomi syariah mulai dari perbankan, koperasi, zakat maupun kegiatan produksi dan konsumsi dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang dimiliki oleh masing-masing daerah mulai provinsi maupun kabupaten/kota.

Percayalah bahwa kebijakan ini sangat dinanti-nantikan masyarakat kita semua di daerah.

Menjelang pilkada serentak tahun 2020, Muhri Fauzi Hafiz juga mengamati belum ada ketertarikan serius dari para calon kepala daerah yang sudah muncul untuk membawa isu Ekonomi Syariah sebagai bagian visi dan misinya para bakal calon tersebut yang ditawarkan kepada masyarakat sebagai calon pemilihnya.

“Belum, belum ada, amatan saya baik di kota Binjai, Medan maupun daerah lainnya, para bakal calon kepala daerah masih membawa visi dan misi yang umum soal kemiskinan, pengangguran dan tata kota yang masih konvesional, belum ada yang berani menonjol kan ekonomi Syariah sebagai solusi, ” kata Muhri Fauzi Hafiz. (*)

To Top