Berita

Turut Pilkada Kota Binjai, Bang Fauzi: Kita Berjuang Demokrasi Bersih dari Politik Transaksi

bangfauzi.com – Muhri Fauzi Hafiz yang kini terjun dalam pilkada Kota Binjai turut dalam Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 Sumatera Utara.

Perkumpulan ini yang disebut De’14 melahirkan sebuah gerakan yang diberi label ‘Bunuh Politik Uang’, dan telah dideklarasikan keberadaannya, Senin (9/12/2019) kemarin.

Selanjutnya, dengan amunisi-amunisi muda yang ada di dalamnya, Gerakan Bunuh Politik Uang akan bergerak cepat untuk membuka jaringan di kabupaten/ kota yang lainnya di Sumatera Utara.

“Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 akan terus menjadi ‘ibu’ bagi gerakan moral ini. Kami akan mengawal kaum milenial yang menghuni Gerakan Bunuh Politik Uang untuk konsisten dalam memperjuangkan demokrasi yang bersih tanpa dinodai oleh politik transaksi. Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 juga akan mendorong Gerakan Bunuh Politik Uang untuk ikut berkontribusi menjaga nilai-nilai kemanusian, demokrasi, dan hukum yang masih jauh dari cerminan UUD 1945,” urai Muhri Fauzi Hafiz, Ketua Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14, Selasa (10/12/2019).

Muhri Fauzi Hafiz Ketua Presidium Gerakan Bunuh Politik Uang

Muhri Fauzi Hariz yang turut serta jadi bakal calon (balon) Wakil Wali Kota Binjai mengakui, Gerakan Bunuh Politik Uang adalah pekerjaan yang berat, tak semudah membalikkan telapak tangan.

“Tapi harus dimulai. Dengan harapan di tahun-tahun pemilu, Pemilukada berikutnya bersih dari politik uang,” ucap Muhri Fauzi, sembari menyebutksn, membunuh politik uang yang akan dilakukan GBPU Indonesia dengan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar cerdas dalam menentukan pilihan politiknya.

Sebab rakyat, kata Muhri Fauzi, adalah kedaulan tertinggi di negara Indonesia sesuai amanat UUD sehingga jadilah pemilih yang cerdas.

“Gerakan bunuh politik ini bukan semata-mata akan diperjuangkan dalam organisasi ini, tapi akan ada banyak semangat dan dukungan untuk bisa sama-sama menjaga demokrasi menjunjung kesejahteraan masyarakat,” kata politikus Demokrat tersebut.

Ada yang menarik dalam rangkaian acara ini. Sebanyak 4 orang bakal calon (Balon) kepala daerah dan wakil daerah yang ikut dalam kontestasi pilkada serentak tahun 2020, menyatakan sikap untuk maju dalam pilkada dengan mengusung prinsip tolak politik uang.

Diantaranya, HM. Nezar Djoeli (Balon Wakil Walikota Medan), H. Aripay Tambunan (Balon Wakil Bupati Labuhanbatu), Syamsul Qodri Marpaung (Balon Bupati Asahan), Abdul Manan Nasution (Balon Walikota Medan) dan Muhri Fauzi Hafiz (Balon Wakil Wali Kota Binjai).

To Top