Home

De’14 Gagas Gerakan Bunuh Politik Uang (GBPU), Bang Fauzi Sebagai Ketua Presidium

bangfauzi.com – Gerakan sosial yang diberi nama Gerakan Bunuh Politik Uang (GBPU) Indonesia telah diluncurkan oleh Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 atau dikenal dengan De’14. Gerakan ini guna memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember.

“Setelah ini, harapan awalnya semua pesta demokrasi mau itu Pilkada maupun Pemilu, bisa lebih baik lagi sebagai sarana menjunjung kedaulatan rakyat dengan sistem yang disebut Demokrasi,” kata Muhri Fauzi Hafiz selaku Ketua Presidium De’14 di Medan, Senin (9/12/2019),

Kenapa baru sekarang? Dulu pun sudah adanya gerakan seperti ini, Fauzi menyebut gerakan tersebut hanya melanjutkan cerita yang sudah dimulai oleh orang-orang sebelum kami.

“Jika berkenan ayo kita bergabung dalam semangat yang bergelora ini. Kalau tuan tidak suka dengan kami, jangan bunuh semangat kami dengan ujaran kebencian dan kemarahan. Kalau diam juga tidak merubah apapun, tentu bersuara jauh lebih baik, agar orang bisa mengerti sikap kita,” tulis Fauzi dalam akun media sosialnya.

Peluncuran Gerakan Bunuh Politik Uang juga dilakukan sekaligus peresmian cafe de’empatbelas di Jalan Armada Nomor 14, Kecamatan Medan Kota.

Muhri Fauzi Hafiz (Demokrat) sebagai Ketua Presidium Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 atau dikenal dengan De’14

Seperti yang dikutip dari laman Tobasatu.com, De’14 merupakan suatu perkumpulan yang digagas tiga anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 yakni Muhri Fauzi Hafiz (Demokrat) sebagai Ketua Presidium, HM Nezar Djoeli (Nasdem) sebagai Sekretaris, dan HM Hanafiah Harahap (Golkar).

Menurut Fauzi, dipilihnya nama De’14 sebab di tahun 2014 lah para penggagas De’14 dilantik sebagai anggota DPRD Sumut untuk periode lima tahun.

Alhamdulillah, acara deklarasinya (Gerakan Bunuh Politik Uang) berjalan lancar. Dengan dukungan awal dari beberapa tokoh…

Dikirim oleh Bang Japs pada Senin, 09 Desember 2019

Menurut Fauzi, Gerakan Bunuh Politik Uang mengambil momentum Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional yang jatuh pada tanggal 9 Desember, sebab Gerakan Masyarakat Demokrasi 14 lahir sebagai sebuah organisasi yang bergerak mengawal demokrasi yang bermartabat dan melahirkan kader muda anak bangsa yang akan menjadi pemimpin di daerah dan pemimpin nasional dengan cara-cara yang baik.

Melalui gerakan ini mereka ingin mengajak masyarakat untuk melawan tradisi politik uang yang kerap mewarnai proses demokrasi di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Apalagi, di tahun 2020 sejumlah kabupaten/kota di Sumut akan melaksanakan Pilkada Serentak. Sehingga diharapkan di tahun itulah menjadi tonggak sejarah untuk membunuh sistem money politik atau politik uang di tengah masyarakat.

“Kami ingin berkontribusi untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara dalam melawan money politik,” ujar Muhri Fauzi.

Dalam peresmian Gerakan Bunuh Politik Uang tersebut hadir sejumlah bakal calon (Balon) kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada Serentak tahun 2020 yakni HM Nezar Djoeli yang akan maju sebagai Balon Wakil Wali Kota Medan, Abdul Manan Nasution (Balon Wali Kota Medan), A Rifai Tambunan (Balon Bupati Labuhanbatu), Muhri Fauzi Hafiz (Balon Wakil Wali Kota Binjai), Syamsul Qodri Marpaung (balon Bupati Labuhanbatu) dan lainnya.

Ditambahkan Hanafi Harahap, Gerakan Bunuh Politik Uang bukan hanya satu-satunya gerakan yang akan dilakukan, tapi akan ada banyak gerakan lainnya.

Sebelumnya De’14 juga telah menerbitkan buku Gerakan Bunuh Politik Uang yang ditulis oleh Muhri Fauzi Hafiz. Buku ini pada penerbitan pertamanya dicetak sebanyak 500 eksemplar. (*)

To Top