Home

Bang Fauzi Prihatin Menparekraf Menyangkal Wacana Wisata Halal Danau Toba

Bangfauzi.com – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Binjai prihatin atas beredarnya klarifikasi yang disebut-sebut dari Wishnutama Kusubandio sebagai Menparekaf/Kabarekraf dimana dalam pernyataan yang beredar bahwa dirinya dan wakil menterinya tidak pernah mengeluarkan wacana wisata halal dimana disebutkan salah satu destinasi wisata itu di Toba Sumatera Utara.

“Kita prihatin sebab jika persoalan wisata halal masih dianggap penghambat bagi kebudayaan daerah dan kearifan lokal, maka, itu bermakna juga tidak mengakui bahwa ada wisatawan yang berkunjung ke Toba yang menginginkan kewajiban dirinya sebagai orang yang beragama dilindungi negara dalam kegiatan kehidupan berbangsa,” kata Ketua MES Kota Binjai Muhri Fauzi Hafiz yang akrab disapa Bang Fauzi seperti yang disampaikan melalui WhatsApp, Selasa (19/11/2019).

Menurutnya, sangatlah sensitif dan dangkal jika konsep wisata halal dapat menghambat kemajuan pariwisata. Perlu diketahui bahwa dalam era industri 4.0 saat ini, persaingan dunia itu bukan soal teknologi saja tetapi sudah masuk pada comparative advantage yang artinya potensi yang kita punya juga dimiliki negara lain.

“Namun, kita punya keunggulan komparatif yang membedakan untuk potensi yang sama. Salah satunya wisata halal. Karena jumlah penduduk Indonesia yang beragama Islam terbesar di dunia,” katanya.

Untuk itu Bang Fauzi berharap Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin yang juga pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Indonesia perlu menegur menteri Menteri Wishnutama yang dinilai masih dangkal memahami konsep wisata halal.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengklarifiksi rumor yang menyebutkan dia akan menyulap Bali dan Danau Toba sebagai destinasi wisata ramah muslim.

“Betul-betul saya enggak pernah menyampaikan akan menjadikan Bali dan Danau Toba sebagai destinasi wisata pro-muslim,” kata Wishnutama di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Wishnutama menjelaskan prinsip pariwisata di Indonesia adalah terbuka untuk semua wisatawan dengan berbagai latar belakang. Dia menyesalkan polemik yang muncul terkait wisata halal tadi. “Saya tidak pernah berpikir untuk mengembangkan pariwisata ke arah agama tertentu,” ucap dia seperti yang dikutip dari Tempo.

Mantan bos NET TV ini meyakini pariwisata sebagai sesuatu yang bersifat universal dan mengakomodasi segala macam kebutuhan masyarakat atau wisatawan. Pemerintah, menurut dia, juga mendorong pengembangan wisata berbasis alam, budaya, hingga konservasi yang berkelanjutan. “Kelebihan kita sebagai bangsa dengan multi-kultur dan kearifan lokal yang bisa menjadi daya jual,” ucap Wishnutama.

Sebagai orang yang dibesarkan dalam lingkungan yang menghargai perbedaan, Wishnutama menghormati keberagaman. Menurut dia, keberagaman dari sisi budaya sebagai kekayaan sebuah bangsa mampu menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri.

Wishnutama melihat Bali sebagai sebuah role model destinasi pariwisata yang mencerminkan keunikan budaya dan alam sebagai daya tarik bagi wisatawan. Kondisi ini dapat direplikasi pada destinasi wisata lainnya. Begitu pula dengan Danau Toba sebagai desatinasi wisata dengan budaya dan keunikan tersendiri.

Fokus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada periode ini, Wishnutama melanjutkan, adalah mengembangkan destinasi wisata, khususnya Bali dan Toba, sesuai dengan kearifan budaya lokal. Musababnya, tempat yang multikultur lebih menarik bagi wisatawan.

To Top