KOTA BINJAI

Muhri Fauzi Hafiz: Binjai Kota Budaya (1)

Bangfauzi.com – Binjai dengan status kota kecil saat ini diharapkan pada masa yang akan datang akan menjadi kota yang lebih baik lagi.

Membangun kota kecil tidak sesulit yang kita bayangkan. Sebab, dengan kewenangan yang dimiliki seorang walikota kota kecil seperti Binjai, tidak cukup hitungan 24 jam bisa menemui masyarakatnya di lima kecamatan, bahkan dengan jarak tempuh antar wilayah kelurahan yang nyaris tidak berjarak, setiap hari saya pikir dalam setiap dua jam seorang walikota Binjai bisa dialog dan menyelesaikan pekerjaannya diantara masyarakat kelurahan.

Kota kecil tanpa sumber daya alam (SDA) dan kandungan lainnya yang bisa dijadikan PAD, mendorong seorang walikota Binjai harus mampu kreatif membangun perekonomian daerah.

Hal utama yang harus dilakukan adalah tutup semua kebocoron PAD yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah. Cara ini paling efektif guna mempertahankan kekuatan ekonomi daerah sebuah kota kecil seperti Binjai.

Masuk dalam kawasan strategis nasional (KSN) Mebidangro yang sudah diatur dalam Perpres 62 tahun 2011 lalu, kota Binjai punya peran sebagai wilayah hunian dan sumber air bersih bagi kota Medan.

Muhri Fauzi Hafiz niat ingin bangun Binjai Kota Berebudaya. Membangun binjai tak boleh lupakan budaya kita. Bangfauzi.com

Oleh karena itu, membangun kota Binjai dengan filosofi budaya daerah merupakan satu terobosan cerdas yang diyakini dapat membangun kota Binjai pada masa yang akan datang menjadi lebih baik lagi.

Budaya yang diartikan sebagai akal budi atau suatu cara hidup yang dibentuk oleh unsur-unsur yang meliputi kehidupan manusia, diyakini bisa menjadi solusi agar kota Binjai menjadi kota layak huni yang didambakan masyarakat kawasan Mebidangro.

Membangun kota Binjai dengan konsep kebudayaan dapat diartikan memanfaatkan sejarah dan kearifan lokal yang dimiliki kota ini menjadi dasar pelaksanaan semua program pembangunan yang dituangkan dalam Peraturan Daerah tentang RPJMD kota Binjai.

Mulai dari budaya malu, budaya tolong-menolong, budaya jujur, budaya sederhana sampai budaya berprestasi akan dituangkan dalam semua konsep pembangunan yang ada. (bersambung)

To Top