DPRD Sumut

Sahkan Perubahan APBD Sumut 2019

bangfauzi.com – Akhirnya Senin, 9/9/2019 lalu, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, periode 2014-2019 sepakat mengesahkan APBD perubahan tahun anggaran 2019 menjadi peraturan daerah (perda).

“Meskipun proses pengesahan ini melewati banyak perdebatan dan polemik, namun, akhirnya kepentingan rakyat jauh lebih besar mengalahkan semua kepentingan lainnya,” kata Muhri Fauzi Hafiz atau yang akrab disapa bang Fauzi.

Sebagai salah satu anggota DPRD provinsi sumatera utara periode 2014-2019 yang terus-menerus melakukan kritikan terhadap jalannya pembangunan daerah di masa kepemimpinan gubernur Edy rahmayadi dan wakilnya Musa Rajekshah, bang Fauzi juga melakukan penolakan terhadap materi APBD perubahan 2019 ini, salah satunya soal pendahuluan uang APBD untuk talangan hibah uang dari pemerintah pusat kepada BUMD PDAM Tirtanadi sebesar lima milyar rupiah. Namun, bukan keseluruhan materi perubahan APBD yang ditolak bang Fauzi.

Menanggapi semua tahapan yang terjadi dalam proses pengesahan APBD perubahan sumut tahun anggaran 2019, bang Fauzi memberikan catatan kritis yang dianggap perlu diketahui masyarakat.

Berdasarkan  hasil  keputusan  rapat  paripurna  DPRD  provinsi  Sumatera  Utara  dalam pembahasan  ranperda  perubahan  APBD  tahun  2019  yang  dilaksanakan  pada  tanggal  27 agustus  2019  yang  memutuskan  bahwa  penyelesaian  pembahasan  perubahan  APBD provinsi  Sumatera  Utara  tahun  anggaran  2019  diserahkan  ke  kementerian  dalam  negeri.

Hal  tersebut  sesuai  dengan  bunyi  pasal  114  ayat  (5)  peraturan  DPRD  Provinsi  Sumatera Utara  nomor  1  tahun  2018  tentang  tata  tertib  dewan  perwakilan  rakyat  Provinsi Sumatera  Utara  yang  mengatur  bahwa  “apabila  setelah  penundaan  sebagaimana dimaksud  pada  ayat  (4)  kuorum  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  belum  juga terpenuhi,  terhadap  ketentuan  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  huruf  b  untuk menetapkan  apbd,  rapat  tidak  dapat  mengambil  keputusan  dan  penyelesaiannya diserahkan  kepada  menteri  dalam  negeri.  ” atas  dasar  hal  tersebut  diatas  telah  dilakukan  konsultasi  tim  anggaran  pemerintah daerah  (tapd)    provinsi  Sumatera  Utara  ke  Kementerian  Dalam  Negeri  pada  tanggal  29 agustus 2019  (terlampir hasil  konsultasi).

Berdasarkan  hasil  konsultasi  tersebut  selanjutnya  kementerian  dalam  negeri menyerahkan  kembali  penyelesaian  penetapan  ranperda  perubahan  apbd  tahun anggaran 2019  kepada  dprd  dan pemerintah provinsi  sumatera utara.   Hal  dimaksud  dilakukan  dengan  pertimbangan  pasal  316  ayat  (1)  uu  nomor  23  tahun  2014 tentang  pemerintahan  daerah  yang  mengatur  bahwa  “perubahan  apbd  dapat  dilakukan jika  terjadi:

a. Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi  kuat;   b.   Keadaan  yang  menyebabkan  harus  dilakukan  pergeseran  anggaran  antar  unit organisasi, antar kegiatan  dan  antar  jenis  belanja c.   Keadaan  yang menyebabkan  sisa  lebih  perhitungan  anggaran  tahun  sebelumnya  harus digunakan untuk  pembiayaan  dalam  tahun  anggaran  berjalan; d.  Keadaan  darurat  dan/atau e.   Keadaan  luar biasa.  “Pentingnya  dilakukan  perubahan  APBD  Provinsi  Sumatera  Utara  tahun  anggaran  2019 didasarkan pada keadaan  sebagaimana yang  diuraikan  pada huruf  a,  b,   dan  c.   Selanjutnya,  pasal  317  uu  nomor  23  tahun  2014  tentang  pemerintahan  daerah  mengatur bahwa  perubahan  APBD  diusulkan  oleh  kepala  daerah  dalam  bentuk  rancangan  perda

Kepada  DPRD  untuk  memperoleh  persetujuan  bersama  yang  dilakukan  melalui pengambilan  keputusan  mengenai  rancangan  perda  tentang  perubahan  apbd  oleh  dprd bersama  kepala  daerah  paling  lambat  3  bulan  sebelum  tahun  anggaran  yang bersangkutan berakhir.

Mengingat  tahun  anggaran  bersangkutan  berakhir  pada  akhir  bulan  september  2019, maka seyogyanya  persetujuan  bersama  tentang  rancangan  perda perubahan  apbd  tahun anggaran  2019  melalui  pengambilan  keputusan  dalam  Rapat  Paripurna  DPRD  harus dilakukan.

Hal  tersebut  sesuai  dengan  hasil  konsultasi  yang  dilakukan  oleh  tim  anggaran pemerintah daerah (TAPD)   ke  kementerian dalam  negeri.   Penyerahan  penyelesaian  perubahan  apbd  tahun  anggaran  2019  ke  kementerian  dalam negeri  (sebagaimana  yang  diputuskan  dalam  rapat  paripurna  tanggal  27  agustus  2019) dilakukan  karena  syarat  formil  dalam  hal  pengambilan  keputusan  belum  terpenuhi.

Dalam  hal  ini,  penyerahan  penyelesaian  dimaksud  bukan  merupakan  syarat  materil  yang menjadi  substansi  dalam  pengambilan  keputusan  untuk  menetapkan  rancangan  perda tentang  perubahan apbd  tahun  anggaran  2019.

Oleh  karena  itu,  untuk  menyelesaikan  proses  penetapan  rancangan  perda  tentang perubahan  apbd  tahun  anggaran  2019  harus  dilakukan  rapat  paripurna  untuk pengambilan  keputusan  sebagaimana  yang  telah  diatur  dalam    ketentuan  peraturan perundang-undangan  yakni  pasal  316  dan  pasal  317  uu  nomor  23  tahun  2014  tentang pemerintahan daerah  juncto  pasal  114  peraturan  dprd  nomor  1  tahun  2018  tentang tata tertib  dprd  provinsi  sumatera  utara.

Maka,  keputusan  rapat  badan  musyawarah  dprd  provinsi  sumatera  utara  tanggal  28 agustus  2019  yang  memutuskan  agenda  rapat  paripurna  DPRD  Provinsi  Sumatera  Utara pengambilan  keputusan  ranperda  tentang  perubahan  APBD  tahun  anggaran  2019  dan surat  undangan  nomor  2410/18/sekr  yang  ditujukan  kepada  pimpinan  dan  anggota  DPRD provinsi  Sumatera  Utara,    telah  memenuhi  amanat  peraturan  DPRD  Provinsi  Sumatera Utara  nomor  1  tahun  2018  tentang  tata  tertib  dprd  dan  peraturan    perundanganundangan lain diatas nya.

To Top