Home

Ekonomi Syariah Comparative Advantage Hadapi Perang Dagang Revolusi Industri 4.0.

Bangfauzi.com – Pilihan kita (Indonesia) masuk dalam revolusi industri 4.0. tentu akan menghadapi tantangan dan dinamika. Salah satu tantangan itu adalah perang dagang dalam perdagangan internasional yang memiliki dampak bagi perekonomian nasional.

Menghadapi tantangan perang dagang dan dinamika revolusi industri 4.0. ini, maka, kepemimpinan politik mulai dari jenjang daerah sampai kepemimpinan nasional harus kuat. Ciri kepemimpinan yang kuat itu salah satunya adalah memiliki visi dan misi yang tertulis dan diterapkan untuk menjawab permasalahan yang terjadi dalam kondisi kekinian.

Namun, apa yang mau kita katakan? Riuh pesta demokrasi, yang menghabiskan biaya besar, sebagai satu-satunya cara memilih kepemimpinan yang kuat tersebut nyaris tidak pernah menyoal visi dan misi kepemimpinan yang ditawarkan kepada rakyat. Dalam pengamatan penulis hampir di semua kompetisi dalam pesta demokrasi di daerah, politik uang menjadi tren perbincangan rakyat dalam memilih. Akhirnya visi dan misi kepemimpinan hanya sebagai syarat formalitas yang tak dianggap bernilai urgensi untuk membangun daerah.

Padahal, perekonomian nasional disokong dengan perekonomian daerah. Kepemimpinan politik di daerah harus mampu memberikan kontribusi yang besar untuk kuatnya ekonomi nasional dalam menghadapi tantangan perang dagang dan dinamika revolusi industri 4.0.

Sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia sesungguhnya punya Comparative Advantage yang bisa menjadi solusi untuk menghadapi tantangan perang dagang dan dinamika revolusi industri 4.0. tersebut.

Kepala daerah mulai dari Gubernur/Bupati/Walikota, harus menjadi motor yang menguatkan kegiatan ekonomi berpola syariah. Karena tantangan perang dagang adalah soal keunggulan produk dan spesialisasi, maka, jika kepemimpinan politik di daerah dan nasional sepakat menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu solusi, sehingga akan muncul spesialisasi produk halal yang diminati dunia internasional.

Ekonomi Syariah bisa menjadi solusi terhadap semua tantangan perang dagang yang terjadi. Sebab, sebagai salah satu sistem ekonomi yang sudah diakui dunia, ekonomi syariah teruji memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan sistem kapitalis dan sosialis.

Produk perbankan dan lembaga keuangan syariah yang sudah menemani produk konvensional di Indonesia terbukti mampu menjadi solusi terhadap permasalahan masyarakat. Produk industri dengan standar halal yang menjadi prinsip utama ekonomi syariah bisa menjadi spesialisasi produk dalam menghadapi perang dagang dalam perdagangan internasional.

Kembali pada kepemimpinan politik di daerah, jika, saat pemilu dan Pilkada perdebatan yang sering menyoal visi dan misi tentu akan melahirkan kepemimpinan yang kuat.

Namun, sekali lagi, demokrasi kita masih harus terus berproses pada kualitas dan tantangan menghadapi pesimis rakyat sebagai pemilik suara. Karena ternyata sebagian masyarakat masih berpikir untung dan rugi dalam ukuran mata uang rupiah, bukan untung dan rugi dalam standar kompetensi kepemimpinan dengan visi dan misi.

Jumlah penduduk muslim yang terbesar dimiliki Indonesia tersebar di daerah provinsi/kabupaten dan kota. Maka, relevansi kepemimpinan politik di daerah dengan potensi ekonomi syariah sangat erat kaitannya untuk menjadi pilihan dalam menghadapi tantangan perang dagang dan dinamika revolusi industri 4.0.

To Top