Berita

Pemerintah Siapkan Dua ‘Senjata Baru’ Jamin Bahan Pokok Tidak Mahal

BANGFAUZI.COM – Guna meredam gejolak harga di pasar, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) Perdagangan Nomor 63 Tahun 2016 soal Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Saat ini tengah dilakukan evaluasi mengenai implementasi dari kebijakan tersebut.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag, Oke Nurwan mengatakan, pemerintah akan mengeluarkan dua aturan lainnya yang bakal diatur dalam peraturan menteri, yakni tentang distributor bahan pokok dan pendaftaran gudang stok bahan pokok yang dimiliki oleh pedagang besar. Tambahan dua peraturan ini dilakukan agar implementasi dari penerapan harga acuan bisa berjalan efektif.

“Setelah revisi Permen harga acuan, akan diikuti dengan Peraturan Menteri Perdagangan tentang pendaftaran distributor. Karena harga acuan menjadi tidak efektif ketika pemerintah tidak menguasai stok. Dalam rangka menguasai stok, akan ada lagi pendaftaran gudang. Jadi bukan hanya mendaftarkan, tapi juga akan melakukan pelaporan, supaya bisa mengontrol,” kata Oke seperti yang dilansir detikFinance di Jakarta, Senin (26/12/2016).

Nantinya, distributor akan diperbolehkan melakukan penyimpanan bahan kebutuhan pokok di dalam gudang. Bahan-bahan ini nantinya akan dipakai sebagai ‘senjata’ apabila harga di pasar bergejolak.

Pemerintah juga telah melakukan koordinasi dan kesepakatan kepada para distributor besar skala nasional yang memastikan ketersediaan stok di lapangan aman.

Hal ini akan mendukung aturan Menteri Perdagangan yang telah dikeluarkan soal gudang dan pelaku distribusi yang wajib terdaftar untuk bisa mensuplai bahan kebutuhan pokok.

“Yang pasti payung hukumnya untuk pendaftaran distributor akan segera keluar. Sekurang-kurangnya kalau pendaftaran distributor misalnya hanya jadinya cuma satu saja, tidak per komoditi, itu akan ada satu. Lalu untuk gudangnya satu, dan juga harga acuan yang segera diperbarui,” tukas Oke.

To Top