Berita

Kinerja Pemprov Tidak Maksimal, Badan Anggaran Tolak Sejumlah Anggaran

BANGFAUZI.COM – Tata kelola Pemprov Sumut pada Tahun Anggaran 2016 dinilai buruk. Hal ini menjadi bagian dari Laporan Hasil Pembicaraan Badan Anggaran DPRD Sumut dengan Pejabat yang dihunjuk Gubernur Sumut terhadap Ranperda Perubahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2016 yang dibacakan pada rapat paripurna DPRD Sumut, Selasa (22/11).

“Kenyataan yang ada jelas menunjukkan buruknya pemgelolaan Pemprob Sumut pada tahun 2016,” kata juru bicara Badan Anggaran DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz seperti yang dikutip dari Tribun Medan.

Pada rapat paripurna itu, Badan Anggaran DPRD Sumut mengkritisi dan menolak sejumlah anggaran yang diajukan Pemprov Sumut pada Ranperda Perubahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2016.

Pertama, Badan Anggaran DPRD Sumut menilai kinerja Pemprov Sumut tidak maksimal dalam meningkatan pendapatan asli daerah tidak berjalan baik. Pasalnya, target pajak daerah sebagai sektor pendapatan asli daerah Sumut menurun secara signifikan sekitar Rp 36 miliar dari yang ditargetkan pada APBD Sumut 2016 lalu.

Kedua, pengajuan KUA PPAS Perubahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2016 terlambat sehingga pembahasannya terkesan dipaksakan akibat waktu yang hanya tersisa tidak memungkinkan.

Ketiga, DPRD Sumut menolak rencana penyertaan modal kepada Bank Sumut harus menunggu terbentuknya Peraturan Daerah terkait penyertaan modal tersebut.

Keempat, menolak pengajuan anggaran kepada sejumlah SKPD Pemprov Sumut yang bakal digabung ataupun dilebur usai terbentuknya Peraturan Daerah mengenai susunan perangkat daerah. Anggaran yang telah diajukan akan dialokasikan untuk kegiatan yang ditetapkan pada peraturan tentang Cukai Tembakau.

Dan yang kelima, DPRD Sumut menolak pengalokasian anggaran senilai Rp 4,2 miliar kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Sumut untuk membiayai beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan menggunakan anggaran pendahuluan.

Anggaran tersebut ditolak karena sebelumnya Pemprov Sumut tidak mendapatkan persetujuan dari kalangan DPRD Sumut ketika menggunakan anggaran tersebut. “Kami hanya akan pertimbangkan beberapa usulan anggaran terkait penggunaan anggaran pendahuluan, yakni untuk kegiatan Karnaval Danau Toba dan kegiatan partisipasi event promosi pariwisata terkait MTQ tahun 2018,” kata Muhri.

Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi hanya menyampaikan terima kasih terkait penilaian yang disampaikan pada rapat paripurna tersebut. “Terima kasih tentunya atas pandangan yang disampaikan tadi,” ujarnya.

Pada rapat paripurna itu, pendapatan daerah Dalam Perubahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2016 ditetapkan senilai Rp 10 triliun, meningkat senilai Rp 81 miliar dari target sebelumnya senilai Rp 9,9 miliar.

Sedangkan untuk belanja daerah ditetapkan senilai Rp 10,1 triliun, meningkat senilai Rp 229 miliar dari target sebelunnya senilai Rp 9,9 miliar.

To Top