Berita

Bentrokan di Langkat Harusnya Bisa Diselesaikan dengan Damai dan Persuasif

BANGFAUZI.COM – Bentrokan antara warga yang merupakan anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Langkat mendapat kecaman dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara.

Muhri Fauzi Hafiz yang merupakan Anggota DPRD Sumut dari fraksi partai Demokrat, asal Kota Binjai dan Kabupaten Langkan sangat menyesalkan terjadinya bentrokan antara aparat kepolisian dan masyarakat di Langkat.

“Permasalahan apapun yang melibatkan banyak orang semestinya bisa dilakukan penyelesaian dengan cara-cara damai dan persuasif,” kata Muhri Fauzi Hafiz yang dihubungi via WhatApp Minggu, (20/11/2016).

Menurutnya penegakan hukum tidak selalu harus dengan tindak kekerasan yang dapat menimbulkan korban baik di pihak aparatur negara maupun masyarakat.

“Meskipun upaya penyelesaian masalah tanah ini sudah dilakukan dengan berbagai cara, tetap kita menyesalkan bentrok yang terjadi,” ujar Fauzi.

Katanya, kepala daerah selaku penanggung jawab pemerintah daerah harus turun tangan mencari penyelesaian yang damai dan adil.

Lihat videonya di sini:

Sebelumnya Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Langkat mengklaim telah jatuh korban baik luka berat dan ringan dalam insiden bentrokan saat melakukan penggusuran petani di Desa Mekar Jaya Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat.

 
1.500 polisi dan TNI turun menggusur lahan petani SPI di Desa Mekar Jaya, Wampu, Langkat, Sumatera Utara, demi perusahaan asing

1.500 polisi dan TNI turun menggusur lahan petani SPI di Desa Mekar Jaya, Wampu, Langkat, Sumatera Utara, demi perusahaan asing

 
Alat berat diturunkan untuk meratakan lahan pertanian dan pemukiman petani SPI

Alat berat diturunkan untuk meratakan lahan pertanian dan pemukiman petani SPI

Beberapa anggota petani termasuk anak kecil menjadi korban termasuk seorang nenek juga mengalami pemukulan yang diduga dilakukan polisi.

Hal ini disampaikan Suriono, Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) SPI Kabupaten Langkat, “Tidak hanya itu, personel polisi mengejar petani sampai kampung dan satu orang petani anggota SPI Basis Desa Mekar Jaya atas nama Sadikun ditangkap oleh Polisi,” katanya.

Bentrokan antara petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) terjadi dengan pihak kepolisian yang berusaha menjaga aset investor perusahaan dari Malasysia PT Langkat Nusantara Kepong di Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat.

Adapun petani yang menjadi korban yaitu, Sadikun yang mengalami penangkapan dan luka lebam di wajah, Zulkifli mengalami pecah kepala dan lebam di wajah (dirawat di Rumah Sakit).

Sementara itu anggota yang lain bernama Boimen mengalami pemukulan (dirawat di Rumah Sakit), Legiman mengalami pemukulan, Sari mengalami pemukulan, Boiran mengalami pemukulan, Adi mengalami pemukulan, Kakek Saleh mengalami pemukulan.

Meski video bentrokkan antara petani dan petugas gabungan dari Polres Langkat sudah tersebar di Desa Mekar Jaya Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat, namun pihak kepolisian membantah terjadi jatuhnya korban.

“Tidak benar itu dan tidak ada ibu-ibu dan anak-anak yang menjadi korban di Desa Mekar Jaya,” ucap mantan kapolres Binjai itu kepada Tribun, Minggu (20/11/2016).

Ia pun mengatkan, saat ini situasi di Desa Mekar Jaya aman terkendali dan tidak ada gesekkan dengan warga sekitar.

To Top