Berita

Dari Dana Tax Amnesty, Bos Alfamart Rencanakan Proyek Properti Rp 5 T

TRIBUN-MEDAN.com – Momentum pengampunan pajak atau tax amnesty seperti sayang dilewatkan bagi sejumlah pengusaha properti. Salah satunya Alfaland, yang merupakan salah satu anak usaha Alfa Grup yang mengoprasikan jaringan toko ritel Alfamart dan Alfamidi.

Djoko Susanto, Chairman Alfa Group, mengatakan sektor properti yang belakangan sempat lesu mulai kembali bergairah saat sejumlah pengusaha dalam negeri, mulai menarik dananya yang selama ini disimpan di luar negeri atau repatriasi.

“Saat dalam pemikiran ada Rp 160 triliun masuk, atau anggaplah ada sekitar Rp 60 triliun saja yang masuk, pikiran kita mau diapakan uang masuk ini. Kan tidak dibatasi, asal tidak balik lagi keluar dalam 3 tahun,” kata Djoko ditemui di Hotel Shangri La, Jakarta, Jumat (23/9/2016).

“Bisa untuk properti. Saat ini properti ada perbaikan, dari sebelumnya naik tinggi kemudian lesu. Saya kira bagus untuk semua pihak, swasta dan pemerintah,” imbuhnya.

Lewat tax amnesty pula, lanjut Djoko, orang tak lagi khawatir berinvestasi dengan dana. Pengusaha properti seperti dirinya, menurutnya, menangkap kondisi itu dengan membangun proyek-proyek properti dari sekarang.

“Dulu orang orang mau Rp 1 milar umpet-umpet. Beli mobil Rp 200 juta saja nanti ditanya uangnya dari mana. Dengan amnesti pajak ada baiknya, daripada simpan di bank bunga 5%, lebih baik beli properti. Harga tanah selalu naik,” ujar Djoko.

Lewat anak usahanya, Alfaland, pihaknya akan membangun hunian apartmen 22 lantai dengan 5 tower sekaligus di Serpong di atas lahan seluas 2,2 hektar di Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.

“Kalau semuanya dihitung investasinya Rp 5 triliun. Kenapa pilih Serpong, itu lumayan bagus, Jakarta sudah padat. Orang kantor pun sekarang pindah ke Alam Sutera,” terang Djoko.

Menurutnya, meski sudah lama anak usahanya bergerak di sektor properti dengan membangun perumahan dan ruko, proyek tower apartemen ini jadi proyek besar pertama Alfaland.

Alfa Group sendiri menggandeng patner perusahaan properti asal Hong Kong, King Land Holding, dan perusahaan baja Growth Steel Group. Tower pertama dengan konsep apartemen 2 lantai ini sendiri akan mulai dibangun pada tahun 2017 nanti.

“Sahamnya rahasia, yang pasti hampir sama. Itu mereka teman-teman main golf saya semua. Lagi bagus properti, kita ajak kerjasama,” pungkas Djoko.

To Top