Berita

Muhri Fauzi Hafiz: Saya Harap Pemko Menegur Panitia HUT RI Atas Insiden Bendera di Siantar

BANGFAUZI.COM – Pelajar Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang menangis tersedu-sedu usai tak bisa menaikkan bendera di Pematang Siantar diapresiasi oleh banyak kalangan.

Para netizen, politisi dan Walikota Pemko Pematangsiantar memberikan semangat kepada mereka.

Hingga membuat para Paskibra banjir simpati dan pujian usai menangis dalam HUT Kemerdekaan RI di lapangan Adam Malik, Rabu (17/8/2016) kemarin.

Banyak yang menilai emosi yang diperlihatkan usai menangisi kegagalan mereka sebagai bentuk nasionalisme yang tinggi terhadap republik ini.

“Salut, kalian menangis karena merasa gagal menaikkan sang merah putih, Itu tandanya jiwa nasionalisme kalian tinggi..” ujar seorang pemilik akun media sosial bernama Kang Alan.

Tonton video anggota Paskibra menangis dalam upacara:

Dia menilai tangisan para anggota Paskibra itu lebih terhormat dibandingkan para koruptor yang telah nyata-nyata mengambil uang rakyat.

Namun tetap tersenyum di hadapan publik tanpa perasaan bersalah usai divonis bersalah oleh pengadilan.

“Lihat koruptor yg tdak pernah merasa menyesali apalagi menangis walaupun dengan sengaja telah menjatuhkan harga diri Bangsa. Saluuuuut…..!!!! Karena Saya Juga Purna Paskimbara,” tambahnya lagi.

Muhri Fauzi Hafiz anggota DPRD Sumut

Politisi partai Demokrat Muhri Fauzi Hafiz menilai kalau semua sudah mengetahui kalau untuk menjadi anggota Paskibra harus menjalani seleksi yang cukup ketat.

Setelah itu mengikuti proses latihan yang disiplin. Lihat video lainnya di sini deti-detik saat mereka tak sanggup menaikkan bendera:

“Secara pribadi saya tidak meragukan kemampuan mereka sebagai anggota Paskibra,” kata Fauzi yang kini sebagai anggota DPRD Sumatera Utara.

Kendati demikian, kata Fauzi, usaha yang sudah dilakukan dengan terlatih terkadang juga bisa juga gagal akibat faktor lain yang diluar perkiraan dan kemampuan kita.

“Saya berharap pemerintah kota Siantar bisa menegur panitia pelaksana HUT RI tersebut, sebab bisa dianggap lalai tidak melakukan pengecekan seluruh kesiapan perlengkapan upacara,” ujar Fauzi.

Bahkan Penjabat Wali Kota Pematangsiantar Jumsadi Damanik menilai insiden tidak naiknya bendera merah putih dalam upacara di Lapangan Merdeka Siantar, Rabu (17/8/2016), merupakan suatu hal yang tidak terduga.

Jumsadi Damanik mengaku bahwa dirinya sangat menghargai para Pakibra Kota Pematangsiantar ini.

Sumber: Tribun-Medan.com

To Top