Berita

Muhri Fauzi: Kudeta di Turki Iktibar untuk Pemimpin di Indonesia

BANGFAUZI.COM – Anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz mengharapkan, para pemimpin di Indonesia dapat mengambil iktibar dari aksi kudeta terhadap Pemerintahan Predisen Recep Thayyeb Erdogan. Menurut Anggota Komisi C itu, hal sangat penting yang diambil dari kejadian itu adalah, bagaimana seluruh rakyat Turki turut mempertaruhkan nyawa untuk membela pemerintahan Erdogan.

“Spontanitaas people power itu, menunjukkan betapa Edrogan menjadi pemimpin yang sangat dicintai rakyatnya”,ujar Fauzi, di Medan, Sabtu (16/7/2016).

Mengapa rakyat Turki begitu cinta terhadap Erdogan? “Erdogan mampu merealisasikan janjinya untuk membuat Turki melesat menjadi sebuah kekuatan baru di Eropa. Sejumlah kebijakan yang dibuatnya banyak membawa kemajuan bagi negaranya”, ujar Fauzi.

Fauzi memaparkan, Erdogan berhasil membuat Produk Domestik Nasional Turki mencapai 100 Miliar Dollar di tahun 2013, setahun sebelum masa jabatannya sebagai perdana menteri habis. Kemudian ia juga membuat Turki berhasil masuk dalam anggota G-20 yaitu negara-negara dengan ekonomi terkuat di dunia.

“Bayangkan saja Turki berhasil merangsek masuk ke urutan 16 sebagai negara dengan ekonomi terkuat. Padahal sebelumnya berada di peringkat 111 dunia,” ujar kandidat Doktor Ekonomi Syariah ini lagi.

Di bidang militer atau pertahanan negara, Erdogan membuat Turki berhasil memproduksi sendiri peralatan pertahanan atau militer seperti tank, pesawat serta satelit militer sendiri. Pendapatan Perkapita Turki pun berhasil naik dari 3500 dolar pertahun menjadi sebesar 11.000 ditahun 2013.

“Erdogan berhasil membuat nilai tukar mata uang Turki naik beberapa kali lipat dimasa pemerintahannya. Di masa pemerintahan Erdogan juga, pengangguran berhasil ditekan hingga 2 persen saja dari 35% yang diimbangi dengan kenaikan gaji hampir 300 persen untuk upah pegawai. Utang Negara Turki sendiri terhadap IMF berhasil diselesaikan dan cadangan devisa juga ditinkatkan hingga 100 Milyar Dollar,” ujarnya. Wajar sajalah, lanjut Fauzi, rakyat Turki berani mengambil resiko untuk menjadi benteng Erdogan.

To Top