Berita

Muhammad Yahya Mantan Direktur Bank Sumut Resmi Jadi Tersangka Kejatisu

BANGFAUZI.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara akhirnya mengungkap identitas para tersangka korupsi pengadaan 294 unit kendaraan operasional di Bank Sumut TA 2013.

Asep Mulyana selaku Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumut menegaskan, pihaknya sudah menetapkan lima nama sebagai tersangka terkait korupsi dengan salah satu modus ketidak sesuaian spesifikasi kendaraan yang diadakan dengan kontrak tersebut.

Meski belum membuka nama kelima tersangka secara terang-terangan, Asep sudah membeber inisial tersangka yang disebut empat orang berasal dari internal Bank Sumut dan satu orang dari pihak rekanan.

Inisial tersangka itu termasuk MY alias Muhammad Yahya mantan Direktur Operasional Bank Sumut yang kini menjabat sebagai Pimpinan Cabang Bank Sumut Lubukpakam.

“Jadi tersangkanya itu ada lima orang. Empat dari pihak Bank Sumut dan satunya lagi dari rekanan. MY mantan direktur, IP selaku pemimpin divisi, MYS asisten, Z selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan terakhir dari pihak swasta berinisial HAK,” kata Asep yang ditemani Kepala Seksi Penyidikan, Novan Hadian di ruang kerjanya, Senin (13/6) siang.

Lebih lanjut Asep merinci, penetapan kelima tersangka yang semula diajukan tim penyidik itu sudah merupakan hasil keputusan yang diambil pihaknya setelah melalui ekspose yang dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut.

“Berdasarkan hasil ekspose Rabu kemarin bersama Pak Kajati, kami mengusulkan nama-nama para tersangka ini dan langsung disetujui,” sebut Asep.

Diterangkan Asep, alasan kuat Kejati Sumut menetapkan kelima tersangka setelah menemukan beberapa penyimpangan yang dilakukan para tersangka.

Di antaranya, spesifikasi kendaraan operasional yang tak sesuai kontrak, surat perintah kerja (SPK) dibuat sebelum kontrak dilakukan serta proses pembayaran yang menyalahi aturan.

“Indikasi penyimpangannya, pertama bahwa kami menemukan kendaraan yang disampaikan itu tidak sesuai dengan spek. Yang kedua, adanya surat perintah kerja (SPK) yang dibuat sebelum ada kontrak. Selain itu, kami lihat juga proses pelelangannya dan mekanisme pembarayannya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada,” tukasnya.

Saat ditanyakan hasil audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut, Asep menngatakan, saat ini penghitungan tersebut sudah dalam tahap penyelesaian.

“Masalah audit, jaksa pada saat ini sudah mengumpulkan bukti-bukti pendukung terutama yang diminta auditor (BPKP) dalam rangka menghitung kerugian negara itu. Sekarang dalam tahap finalisasi,” jawabnya.

Asep mengaku tak dapat memastikan kapan audit kerugian negara tersebut akan selesai dihitung.

“Saya tidak dapat memastikan kapan, karena bukan kerjaan saya itu. Kalau ditanya kapan selesainya, saya gak bisa jawab. Kami hanya mengusulkan dan meminta auditor untuk menghitung kerugian negara saja. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera selesai,” harapnya.

Menurut Asep, jika hasil audit kerugian negara selesai dihitung, pihaknya akan segera melakukan pemberkasan untuk kelima tersangka agar bisa segera mungkin dilimpahkan ke proses persidangan.

“Kami tetap akan menunggu hasil audit agar para tersangka ini kami siapkan berkas dan segera dilimpahkan,” katanya.

Sebelumnya diketahui, penyidik Kejati Sumut sudah memeriksa belasan orang terkait kasus pengadaan kendaraan operasional dengan anggaran senilai Rp 18 miliar yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) Bank Sumut TA 2013 ini.

Penyidik sebelumnya juga sudah memperkirakan kerugian negara sebesar Rp 4,9 miliar.

Sekitar Februari 2016, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap Edie Rizliyanto selaku Direktur Utama Bank Sumut, Ester Junita Ginting selaku Direktur Pemasaran, Irwan Pulungan selaku mantan Kepala Divisi Umum Bank Sumut, dan Rizaldi selaku Sekretaris Panitia Pengadaan Barang.

Kemudian, Jefri Sitindaon selaku Panitia Lelang, Zulkarnaen selaku Pejabat Pembuat Komitmen, dan M Yahya selaku mantan Direktur Operasional Bank Sumut yang kini menjabat sebagai Pimpinan Cabang Bank Sumut di Lubuk Pakam, Deliserdang. (cr8)

Terkejut

Sekretaris Perusuhaan Bank Sumut, Erwin Zaini terdengar terkejut saat mengetahui ada pihak internal Bank Sumut yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan kendaraan operasional di bank orange tersebut.

“Itu udah resmi ya nama tersangkanya?,” tanya Erwin.

Erwin menambahkan, pihaknya akan melakukan upaya pembelaan terhadap karyawan Bank Sumut yang ditetapkan sebagai tersangka. Menurutnya, tidak ada kerugian terkait proyek yang tengah ditangani Kejati Sumut itu.

“Kami akan melakukan upaya yang dianggap perlu membela karyawan itu. Karena kami menilai tidak ada kerugian yang diperbuat oleh mereka,” katanya.

Meski akan melakukan pembelaan, Erwin menegaskan, tetap menghormati keputusan yang ditetapakan Kejati Sumut.

“Silakan aja. Kalau memang itulah yang menjadi keputusannya, kami sudah harus siap. Apapun ceritanya tetap harus siap. Kami akan berjuang nantinya dengan cara yang benar,” tandasnya.

Sumber: Tribun Medan

To Top