Berita

Harga Daging Melambung, Jokowi Harus Buktikan Kebijakannya Membela Rakyat Kecil

BANGFAUZI.COM – Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Demokrat, Muhri Fauzi Hafiz meminta Presiden Jokowi benar-benar membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang komit membela ‘wong cilik’ rakyat.  Jokowi juga diharapkan mampu menegakkan dan menjalankan intruksi yang dikeluarkannya di tengah masyarakat

Hal itu dikemukakan Muhri Fauzi Hafiz, Senin (6/6/2016). Dia juga menyampaikan itu menyikapi lonjakan harga pangan khususnya daging, hingga membuat kecaman dan pernyataan miring dari masyarakat melalui media sosial maupun media lainnya.

Salahsatu pernyataan miring hingga candaan yang beredar di media sosial itu diantaranya berbunyi “kalau mau harga Rp80 ribu beli saja sama Jokowi”.

Kata-kata itu menyoroti tentang harga daging yang tidak sesuai instruksi presiden yang sebelumnya pernah menyebut kalau harga daging sapi perkilo sebesar Rp 80.000, namun, faktanya di pasaran harga daging sapi lebih dari harga Jokowi.

Kondisi tersebut menurut Muhri Fauzi merupakan  politisi Partai Demokrat, membuktikan bahwa presiden Jokowi tidak dapat memengaruhi pasar. Padahal jika pernyataan tersebut sebagai instruksi presiden (Inpres) seharusnya bisa ditindak lanjuti dengan baik oleh pemerintah baik di pusat maupun di daerah.

Namun kenyataannya hal itu tidak terjadi sehingga menimbulkan rasa kecewa masyarakat yang akan menjalankan ibadah puasa. “Semestinya, presiden Jokowi konsisten dengan instruksinya, sehingga pembelaan terhadap kepentingan wong cilik juga bisa dibuktikan,” ujar wakil rakyat asal pemilihan Kabupaten Langkat dan Kota Binjai ini.

Muhri Fauzi yang juga anggota badan anggaran DPRD Sumatera Utara ini menambahkan, semestinya rapat-rapat kordinasi yang dilakukan presiden dengan para gubernur se-Indonesia, memprioritaskan soal harga daging ini. Apalagi saat ini sudah masuk bulan puasa dimana konsumsi daging trennya cenderung meningkat.

“Belum lagi akan memasuki hari raya Idul Fitri mendatang. Baru mau puasa saja harga daging di berbagai daerah tak terkendali, apalagi menjelang hari raya nanti. Jika harga daging tidak terkendali akan memicu inflasi yang signifikan, karena harga daging yang tinggi memiliki pengaruh dengan pendapatan masyarakat yang tidak mengalami kenaikan. Inflasi cenderung tinggi,” sebutnya.

Untuk itu ke depannya, kata Muhri Fauzi, jika presiden sungguh-sungguh berpihak pada wong cilik, maka para gubernur seharusnya juga bisa memasukkan alokasi anggaran di APBD untuk atasi lonjakan harga daging dan bahan pokok lainnya saat menjelang hari besar seperti bulan puasa, hari raya dan akhir tahun.Selain itu, operasi pasar juga mutlak menjadi keharusan yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah.

“TPID yang di bentuk di daerah, harus terus-menerus melakukan evaluasi sehingga kegiatannya bisa berdampak pada kepentingan wong cilik. TPID jangan hanya menjadi seremoni saja, dan patut presiden Jokowi juga menegur kinerja TPID yang sudah ada setiap tahun di semua daerah, “ujar Muhri Fauzi mengakhiri.

To Top