Berita

Kejati Sumut Periksa Nurdin Lubis dan RE Nainggolan

Penyidik Kejati Sumut memeriksa mantan Sekda Pemprov Sumut, Nurdin Lubis sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di Biro Umum Setda Pemprov Sumut, tahun 2010 dan 2011.

Pemeriksaan mantan orang nomor tiga di Pemprov Sumut itu perihal pengawasan dan pencairan dana di Biro Umum Setda Pemprov Sumut tahun anggaran 2010 dan 2011 senilai Rp 10,2 miliar.

“Nurdin Lubis datang diperiksa sebentar. Karena dia (Nurdin) menjabat sebagai sekda mulai dari September 2010. Makanya diperiksa sebentar aja,” ungkap sumber di Kejati Sumut, yang tidak mau disebutkan namanya, Rabu (27/4/2016) sore.

Selain Nurdin Lubis, Kejati Sumut juga akan melakukan pemeriksaan terhadap mantan Sekda Pemprov Sumut lainnya, yaitu RE Nainggolan. Penyidik sudah mengagendakan pemeriksaan dalam waktu dekat.

“Sedangkan, untuk RE Nainggolan masuk dalam jadwal pemeriksaan, dia menyusul,” tutur sumber kembali.

Kemudian, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan mantan asisten pribadi (aspri) Gatot Pudjo Nugroho, yakni Ridwan Panjaitan, besok Kamis (28/4/2016). Pemeriksaan akan dilakukan langsung di rumah tahanan negara (Rutan) Klas IA Tanjung Gusta, Medan.

“Besok Ridwan Panjaitan diperiksa di Rutan,” ungkap sumber.

Kejati Sumut juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang yang megang rekening pada kas di Biro Umum Setda Pemprov Sumut tahun 2010 dan 2011.

Enam orang sebagai saksi itu, masing-masing bernama Masdiana Siregar, Mulyadi, Lisanudin, Purwanto, Rista Siknorita, Rusianto.

Kasus ini masih berstatus penyeledikan (lid) baru dimulai upaya proses hukumnya sejak awal bulan April ini. Dengan pengusutan tiga mata anggara di Biro Umum Pemprov Sumut.

Pertama senilai Rp 5,2 miliar, terkait belanja rumah tangga di Pemprov Sumut. Kedua, senilia Rp 1,5 miliar di Biro Umum diduga diselewengkan Ridwan Panjaitan, dan ketiga, senilai Rp 3,5 miliar dalam kaitan penyelewengan dana rumah tangga juga di Pemprov Sumut. Semuanya tahun anggaran (TA) 2010 dan 2011.

Sumber: Dinamika Rakyat

To Top