Berita

Semua Tentang Politik

BANGFAUZI.COM – Tidak kita sadari bahwa sesungguhnya dalam kegiatan kehidupan kita sehari-hari kita semua tidak terlepas dari politik atau berpolitik.

Disebut, bahwa  politik adalah seni dalam memengaruhi orang lain, maka, setiap ayah/ibu dalam satu keluarga juga melakukan “seni,” yang disebut politik. Mengajak agar anak-anak kita rajin belajar, serta memberikan doktrin tentang masa depannya, sesuai kehendak ayah/ibu, sesungguhnya itulah politik.

Kaum ibu dan wanita muda, sering berpolitik guna bisa meyakinkan suami maupun “sang calon pendamping,” agar bekerja cari uang sungguh-sungguh untuk kebaikan keluarga. Bahkan jika berhasil ada komisi yang bisa diberikan atau bonus sebagai imbalan dari pengaruh yang disampaikan, hal itu juga berpolitik.

Dalam konteks lebih luas bernegara, memang politik menjadi lebih rumit dan dinamis. Kekuasaan, pemilu dan pilkada adalah momentum para politikus menguji keberhasilan “seni,” yang digeluti.

Semua berpolitik, bahkan saat anak kita di bangku sekolah dasar ditunjuk guru dan kawan-kawannya menjadi ketua kelas, itu juga politik.

Semua tentang politik tidak kotor, semua tentang politik tidak melulu menyoal korupsi. Tawar menawar di pasar yang kita sebut transaksi dalam bidang ekonomi, juga hakikatnya adalah politik. Karena itu, jangan jauhi politik sebab kemunafikan kita karena tidak menjadi politikus. Jika itu terjadi kita bisa membangun politik kebencian yang turun temurun. Akhirnya, kekuasaan tidak indah lagi karena kita meninggalkan politik.

Sejak dahulu masa yang lama sekali dari masa sekarang, berpolitik santun dan baik sudah dicontohkan oleh para nabi, raja-raja/mahapatih, sampai panglima perang. Dalam islam dikenal nama-nama seperti usman bin affan,  umar bin Abd azis, ada juga filosof plato , iskandar agung, napoleon, raja hayam wuruk, mahapatih gajah mada, kisah ramayana dan mahabaratan semua itu tentang politik.

Selingkuh pun adalah seni politik, bahkan “cari muka,” sama atasan supaya jabatan dapat posisi lebih baik, juga politik. Lalu mengapa harus membencinya jika tidak kita sadari setiap hari kita bersentuhan dengan politik? (mfh)

To Top