Berita

Fenomena Kawan Ahok, Deparpolisasi?

BANGFAUZI.COM – Fenomena kawan Ahok yang berani mengusung Basuki Tjahja Purnama atau Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta tahun 2017 mendatang sungguh sesuatu yang baik bagi kebangkitan semangat berdemokrasi.

Saya tegaskan itu bukanlah gerakan deparpolisasi, sebagai salah satu kader partai politik, Saya tidak memandang gerakan terstruktur dan massif yang dilakukan oleh “organisasi kawan Ahok,” merupakan kecerdasan yang berkembang dimasa semakin baiknya pemahaman rakyat terhadap pentingnya pemilihan kepala daerah maupun pemilu.

Gerakan kawan Ahok bisa menjadi solusi bagi perbaikan proses pembinaan kepemimpinan di partai politik.

Saya tegaskan itu bukanlah gerakan deparpolisasi, sebagai salah satu kader partai politik, Saya tidak memandang gerakan terstruktur dan massif yang dilakukan oleh “organisasi kawan Ahok,” sebagai gerakan deparpolisasi.

Tapi merupakan kecerdasan yang berkembang di masa semakin baiknya pemahaman rakyat terhadap pentingnya pemilihan kepala daerah maupun pemilu. Gerakan kawan Ahok bisa menjadi solusi bagi perbaikan proses pembinaan kepemimpinan di partai politik.

Demokrasi semakin baik dan berkualitas jika partai politik mampu memenuhi harapan rakyat. Saat ini, negara dan daerah, banyak membutuhkan keteladanan dari kader-kader partai politik. Keteladanan yang baik, berani berada di depan untuk melawan korupsi, kolusi dan kejahatan lainnya yang berakibat buruk terhadap kesejahteraan rakyat.

Partai politik harus mampu membangun sistem internal yang dimiliki untuk menghasilkan calon pemimpin yang didambakan rakyat. Politik balas budi dan uang harus diakhiri didalam dinamika berpolitik di partai politik. Prestasi dan loyalitas tidak hanya diukur dari sudut pandang ketua umum maupun pengurus partai, namun, jauh lebih baik melibatkan rakyat satu-persatu.

Saya pikir sistem demokrasi tidak pernah kaku untuk semua dinamika yang lebih baik. Meskipun tujuannya adalah kekuasaan.

Saya bangga sekaligus iri terhadap kemampuan kawan Ahok menggemparkan “dunia politik,” kita saat ini. Seandainya semangat itu bisa seperti virus yang menular, Saya yakin mimpi saya tentang lahirnya kepala daerah baik gubernur/bupati/walikota yang bekerja sepenuh hati untuk rakyatnya akan menjadi kenyataan. Begitu juga terkait dengan pemilu yang nyaris mengabaikan kualitas dan integritas calon, akan menjadi kenyataan.

Mimpi bahwa tak ada uang dan istilah serangan fajar pada setiap pesta demokrasi segera terwujud. Pada akhirnya, siapapun yang menikmati proses di partai politik akan menjadi baik bukan menjadi jahat dan semakin jahat. (mfh)

To Top