Berita

Jual Roti Expired, Fauzi: Cabut Saja Izin Usahanya

Kasus roti beracun produk Sari Roti yang nyaris merenggut korban jiwa tiga orang putra dari M Rivai Tanjung, Warga Jalan M Jamil/Jalan Perhubungan, Bandar Kalipah, Tembung Kabupaten Deli Serdang, yang mereka beli dari Alfamidi Tembung pada, Selasa (19/1) malam lalu, terus berlanjut.

Kali ini kalangan Anggota DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz, anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut, angkat bicara dan mulai bereaksi keras.

“Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) harus berpihak pada kepentingan masyarakat. Sebab, kasus keracunan produk roti yang dikeluarkan oleh perusahaan sari roti sesungguhnya sangat meresahkan,” ungkap politisi yang akrab disapa Fauzi ini via seluler, Senin (29/2).

Dia menegaskan, kasus roti beracun yang hampir menewaskan tiga putra M Rivai Tanjung, SA (5), I (3) dan R (2), seharusnya menjadi yang terakhir.

Disinggung soal masih ada ditemukan produk Sari Roti, yakni roti Sandwich expired yang masih dijual di sejumlah minimarket di seputaran Medan, Muhri Fauzi, dengan tegas mengemukakan kasus itu sepenuhnya harus menjadi tanggungjawab pihak Sari Roti.

“Jika masih ada ditemukan kasus yang sama terhadap produk Sari Roti, saya anjurkan kepada pihak terkait yang bertanggung jawab untuk mencabut semua izin usaha yang dimiliki Sari Roti dan grupnya. Keputusan hakim BPSK untuk kasus roti beracun ini sangat dinanti banyak orang demi keselamatan jiwa dan kenyamanan konsumen,” tandasnya.

Saking geramnya, tak tanggung-tanggung, Muhri Fauzi pun mengeluarkan rekomendasi keras, dengan menyuarakan agar PT Nippon Indosari Corporindo Tbk, produsen produk Sari Roti, untuk ditutup.

“Tutup saja Sari Roti. Usaha kok membahayakan nyawa orang,” tukasnya.

Kasus ini sudah menjalani dua kali persidangan di BPSK. Persidangan pertama, pada Selasa (16/2), pihak Alfamidi Tembung dipanggil sebagai terlapor. Selanjutnya sidang kedua digelar pada, Selasa (23/2), di situ pihak Sari Roti diperiksa sebagai saksi. Namun dalam persidangan tersebut pihak Alfamidi saat ditemui wartawan menyalahkan pihak Sari Roti.

Secara tegas, manajemen PT Alfamidi meminta PT Nippon Indosari Corporindo Tbk untuk bertanggungjawab atas persoalan itu.

“Kita tidak bersalah bang, karena konsumen yang telah membeli roti Sandwich Sari Roti itu belum expired. Konsumen (M Rivai Tanjung) membeli tanggal 19 Januari, sedangkan expired Sari Roti tersebut tanggal 21 Januari. Jadi yang mestinya bertanggungjawab adalah PT Sari Roti,” ungkap Rizal, Staf Perizinan PT Alfamidi, dalam sidang lanjutan yang digelar di Kantor Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), Jalan AH Nasution, Medan, Selasa (23/2).

Hakim yang memimpin sidang itu, Darma Bakti pun sepakat dengan pernyataan PT Alfamidi. Dia menyebutkan, kasus yang berdasar surat gugatan No.27/P3K/I/2006, seharusnya menjadi tanggungjawab sepenuhnya PT Sari Roti.

Belum kelar persoalan ini, ternyata pihak Sari Roti kembali diadukan ke BPSK karena menjual roti kadaluarsa, oleh Zulham Effendi (35), warga Jalan Rajawali II, Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Seituan, Kamis (25/2) sore kemarin.

Zulham menyebut, laporan tersebut dilayangkan sebagai bentuk kutukan keras pada pihak Sari Roti yang melakukan pembiaran kepada supermarket (Indomaret) yang masih menjual Roti Sandwich Sari Roti yang masa expirednya sudah berakhir.

“Memang laporan awal, yang dilaporkan Indomaretnya. Tapikan di situ sudah jelas pihak Sari Roti melakukan pembiaran  pada supermarket yang masih menjual Roti dari produknya. Padahal sebelumnya mereka (Sari Roti) sudah dilaporkan M Rivai Tanjung,” jelas Zulham usai buat laporan di BPSK.

Zulham, menceritakan dia menemukan belasan roti Sandwich produk Sari Roti yang sudah expired namun masih tetap terpajang di minimarket Indomaret di Jalan Darussalam Medan, Rabu (24/2), jam 00.15 Wib.

Padahal tertera di bungkus roti itu, masa expirednya adalah Selasa (23/2). Namun sayang, roti produk Sari Roti itu belum sempat dibelinya, karena Zulham spontan langsung menegur para pegawai Indomaret.

Setelah menyelesaikan pembayaran atas sejumlah barang yang dibelinya, Zulham, lantas bergegas pulang. Di tengah perjalanan pulang, Zulham, yang penasaran, kemudian kembali singgah ke Indomaret Jalan Letjen S Parman.

Di sana, Zulham menemukan pemandangan yang sama. Dia mendapati, sejumlah roti Sandwich produk Sari Roti kadaluarsa bertanggal 23 Februari 2016 juga masih dipajangkan.

Zulhampun langsung membelinya, dengan bukti struk pembayaran tertanggal 24 Februari 2016 dinihari.
Sementara salah satu staf PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (Sari Roti), Stephen Orlando, saat dikonfirmasi terkait penemuan tersebut mengatakan pihak Sari Roti telah melakukan kegiatan produksi secara prosedur.

Namun, dia berkilah dengan mengatakan, untuk pihak toko/supermarket/outlet bertanggung jawab untuk melakukan penurunan roti dari rak display toko pada H-1 sebelum expired dan penarikan dilakukan malam hari pada saat toko tutup.

To Top