Berita

Pengelola Bank Sumut Jangan Arogan

BANGFAUZI.COM – Beberapa hari belakangan ini perhatian publik Sumatera utara selalu tertuju pada BUMD PT. Bank Sumut, karena, banyaknya berita yang negatif yang terus muncul terkait kegiatan operasional dan bisnis yang berjalan.

Mulai dari pengamat juga mantan direktur utama PT.Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu, juga sudah menyampaikan rasa prihatinnya beberapa waktu yang lalu tentang kondisi Bank Sumut saat ini.

Menurut anggota komisi C DPRD provinsi Sumatera Utara, Muhri Fauzi Hafiz, sangat wajar Gus Irawan merasa terketuk nuraninya terkait kondisi Bank Sumut saat ini.

Sebab, menurut Muhri Fauzi Hafiz, Gus Irawan pernah membawa Bank Sumut sukses di dunia perbankan nasional. Sedangkan saat ini? Kita semua tahu jajaran Direksi sebagai pengelola BUMD ini terkesan arogan dan terjebak dalam kebiasaan umum yang tidak mampu membawa Bank Sumut jaya di daerah ini.

“Saya sebut pengelola PT Bank Sumut saat ini arogan, padahal menurut Saya,  mereka sebagai pengelola dan Direksi telah gagal, jadi tak perlu merasa arogan,” ujar Fauzi kepada wartawan di Medan, Jumat (19/2/2016).

Faktanya, untuk mengimbangi opini negatif  yang berkembang saat ini, mereka seakan tidak mampu dan seperti putus asa. Sedangkan opini-opini negatif tentang Bank Sumut sangat banyak muncul yang seperti terpola pada kegagalan direktur utama (Dirut), sebagai pemimpin di Bank Sumut.

“Hari ini saya menilai muara opini yang dibiarkan ini mengarah pada ketidak-mampuan Dirut dalam memimpin Bank Sumut,” katanya.

Selain itu, Muhri Fauzi Hafiz, juga menambahkan, bahwa ada kesan arogansi yang ditunjukkan oleh pengelola dan Direksi Bank Sumut menghadapi permasalahan yang sudah diketahui publik ini.

“Mereka, seakan mengabaikan peran pemegang saham pengendali atau PSP juga kelembagaan pengawas yang ada seperti OJK maupun DPRD Sumut selaku mitra pemerintah daerah, serta aturan-aturan perbankan yang terkait,” ujar Fauzi.

Hal tersebut terlihat dalam kebijakan melakukan write off (wo) pada tahun 2015/2016 ini,  lalu diketahui ada oknum Direktur Pemasaran yang terkesan partisan partai politik.

Tidak hanya itukasus Bank Sumut cabang Kabanjahe, selanjutnya tentang kekosongan posisi komisaris utama dan direktur bisnis/syariah, terakhir perihal tingginya angka BOPO Bank Sumut serta NPL yang cenderung meningkat akibat kredit macet yang terjadi.

Beberapa hal di atas, katanya menguatkan indikasi sikap arogan pengelola Bank Sumut, sehingga mereka berani melanggar aturan yang ada, baik yang diatur oleh UU/PBI/Perda maupun pasal-pasal di akte pendirian.

“Seharusnya sebagai profesional yang menyadari sebagai pegawai BUMD hal seperti itu tidak boleh terjadi. Saya berharap jajaran Direksi dan pengelola melakukan evaluasi internal dan kembali pada tujuan perusahaan, bukan merasa benar dengan arogansi liar tak terarah, seakan lupa kalau Bank Sumut itu BUMD milik masyarakat Sumatera utara, yang modalnya dominan bersumber dari APBD,” kata anggota DPRD Sumatera Utara asal kabupaten Langkat ini.

To Top