Berita

Komisi C Desak Plt Gubsu Evaluasi Jabatan Dirut PT Perkebunan Sumut

Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi harus segera mengevaluasi jabatan Direktur Utama (Dirut) PT Perkebunan Sumut Darwin Nasution, yang ditetapkan Gubsu nonaktif Gatot Pujo Nugroho tanpa ada proses Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Kita mendesak Plt Gubsu segera mengevaluasi jabatan Darwin Nasution di PT Perkebunan Sumut. Itu jelas-jelas telah melanggar aturan AD/ART BUMD,” tegas anggota Komisi C DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz seperti yang dikutip dari DinamikaRakyat.com, Rabu (17/2/2016).

Menurut Muhri, Plt Gubsu telah kecolongan dengan perpanjangan jabatan Dirut PT Perkebuanan Sumut yang dilakukan secara diam-diam oleh Gatot pada Mai 2015, yang pada saat itu Plt Gubsu masih menjabat Wakil Gubernur.

“DPRD Sumut juga kecolongan, terkhusus Komisi C. Saya sampai saat ini tidak pernah tahu apalagi mendapat informasi adanya perpanjangan jabatan Dirut Darwin Nasution di PT Perkebunan, dan RUPS BUMD tersebut,” terang Muhri.

Soal adanya dugaan suap jabatan, kata Muhri, hal itu diserahkannya kepada penegak hukum. “Saya tidak bicara ke situ, soal itu penegak hukum (KPK,red) yang tahu,” tutup Muhri.

Sebelumnya, mantan Koordinator Komisi C DPRD Sumut Parlinsyah Harahap mangatakan, dirinya tidak pernah mengetahui adanya RUPS PT Perkebunan untuk jabatan dirut yang diduduki kembali oleh Darwin Nasution.

“Waktu masih koordinator Komisi C saya tidak pernah mendapat laporan maupun informasi tentang RUPS PT Perkebunan, coba tanya ke Komisi C. Saya sekarang koordinator Komisi A, saya tidak tahu,” ucap Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi Partai Gerindra, itu ketika ditemuai di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (16/2/2016).

Sementara, sumber mengatakan, Darwin Nasution disebut-sebut mendapatkan kembali jabatan Dirut PT Perkebunan Sumut, bukan tanpa ‘ongkos’ cuma-cuma. Akan tetapi ia mendapatkan surat keputusan (SK) yang ditandatangani oleh Gubsu nonaktif Gatot Pujo Nugroho pada Mai 2015 lalu dengan ‘membayar’.

Ongkos jabatan itupun bukan langsung diterima oleh Gatot, akan tetapi melalui orang-orang dekat dan orang kepercayaannya.

“Ada beberapa orang yang terlibat, dan ada anggota dewan (DPRD Sumut) yang tahu, mungkin dia (dewan) sudah dikondisikan, KPK akan memanggil orang-orang yang terlibat suap jabatan Dirut PT Perkebunan itu,” ungkap sumber.

KPK dalam waktu dekat akan memanggil Dirut PT Perkebunan Sumut Darwin Nasution untuk dimintai keterangan atas pengakuan orang yang telah diperiksa. “KPK akan panggil Darwin Nasution,” kata sumber.

To Top