Berita

Fraksi Demokrat Pertanyakan Pansus MEA Soal Komoditi Unggulan Sumut

BANGFAUZI.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara menggelar rapat paripurna membahas persiapan menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), Selasa (19/1/2015).

Dalam rapat ini, masing-masing fraksi menyampaikan pandangan soal bagaimana menghadapi MEA.

Fraksi Partai Golkar, melalui anggotanya Sampang Malem, menyatakan pentingnya optimalisasi Pelabuhan Kualatanjung untuk mendukung sektor ekonomi di bidang ekspor impor.

Selain itu, Fraksi Golkar memberikan sejumlah masukan untuk menghadapi MEA, antara lain Pemprov Sumut harus melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder, meningkatkan daya saing ekonomi, membuat perbaikan infrastruktur, reformasi iklim investasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sedangkan Fraksi Partai Nasdem menilai apa yang ada dalam laporan Panitia Khusus MEA, hanya mengungkap kendala yang berkaitan dengan produk domestik saja.

Nasdem menilai laporan Pansus MEA belum menyinggung masalah teknis pengawasan produk impor yang nantinya masuk ke Sumut.

“Untuk itu, kami berpendapat bahwa masalah pengawasan, termasuk ketersediaan sarana penunjang seperti laboratorium uji sampling terhadap produk dari luar negeri patut menjadi wacana,” kata Nezar Djoeli, anggota Fraksi Nasdem menyampaikan pandangan fraksinya.

Sementara itu, Fraksi Partai Demokrat menilai laporan Pansus MEA belum memberikan gambaran tentang informasi yang seharusnya diperoleh, khususnya yang berhubungan dengan komoditi unggulan daerah dan kesiapan sumber daya manusia daerah.

“Dokumen laporan pansus secara umum hanya menyajikan jadwal kegiatan pansus tanpa disertai hasil pembicaraan yang jelas. Paling tidak harusnya sudah dapat ditarik benang merah sudah sejauh mana mitra dialog siap menghadapi MEA,” ujar Tiaisah Ritonga, juru bicara Fraksi Demokrat.

To Top