Berita

Peran Mahasiswa Hadapi MEA

Tahun 2016 Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sehingga semua kegiatan ekonomi antar negara ASEAN terintegrasi menjadi satu dalam sistem yang disebut MEA.

Sebagai salah satu negara anggota ASEAN yang paling besar jumlah penduduknya, Indonesia memiliki banyak peluang yang lebih besar dalam era MEA tersebut.

Namun, MEA juga bisa menjadi ancaman jika potensi yang besar dari sisi SDM maupun Sumber Daya Alam kita tidak dilindungi dengan regulasi yang benar.

Sebagai contoh, jika mobilisasi tenaga kerja asing nantinya tidak diikuti dengan regulasi yang benar di daerah, maka, peluang pasar bagi tenaga kerja domestik yang kita miliki akan direbut oleh tenaga kerja asing.

Oleh karena itu, mahasiswa sebagai pelopor perubahan dan calon pemimpin bangsa, harus menjadi bagian dari MEA.

Hal yang bisa dilakukan mahasiswa dan peran yang dimiliki adalah, pertama, melakukan kegiatan pendidikan dan pengajaran bahwa MEA adalah tantangan yang harus kita hadapi dengan semua kemampuan yang kita punya.

Kembangkan pengetahuan yang sudah dimiliki dengan membaca, menulis dan berdiskusi.

Kedua, mahasiswa perlu melakukan penelitian yang berkelanjutan tentang MEA guna berikan masukan kepada presiden maupun kepala daerah, supaya melahirkan regulasi yang benar untuk melindungi hak-hak masyarakat dari pengaruh globalisasi MEA.

Ketiga, mahasiswa juga harus lakukan sosial kontrol, agar MEA berjalan sesuai ruhnya. Karena MEA merupakan produk politik, maka, kontrol kepada pemegang kuasa baik eksekutif maupun legislatif harus dilakukan secara berkala.

Tahapan MEA, harus dikawal agar tidak menjadi hambatan bagi pembangunan ekonomi di daerah-daerah. Kegiatan aksi dan audiensi tetap menjadi prioritas yang dapat dilakukan oleh para mahasiswa. (mfh)

To Top