Berita

PLN Akan Bangun PLTA Proyek Asahan III Kapasitas 1.500 MW

Kabar baik datang dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kabarnya perusahaan pelat merah ini berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Tak tanggung-tanggung, proyek ini diproyeksikan membangun aliran setrum berkapasitas 1.500 megawatt (MW), yang dikerjakan hingga 2019 mendatang.

Humas PLN Sumut Mustafrizal mengatakan, pembangunan PLTA ini juga akan dilakukan di berbagai daerah. Untuk Sumut, ia mengatakan pembangunannya akan berlangsung di kawasan Asahan.

“Iya, kita sudah menyiapkan pembangunan PLTA di Asahan III. Itu yang kita rencanakan sebesar 350 MW. Pembangunan ini jika sudah selesai, ya, setidaknya bisa mengurangi krisis energi listrik yang selama ini melanda Sumut,” ujarnya Kamis (26/11).

Dijelaskannya, pencanangan pembangunan PLTA Asahan III sebenarnya sudah dijalankan beberapa tahun belakangan. Hanya saja, sejauh ini pihaknya mengaku masih terkendala soal proses pembebasan lahan.

“Saat ini masih terkendala pembebasan lahan. Untuk kawasan hutan lindung sudah bebas lahannya, tapi untuk tanah masyarakat masih belum. Ini masih dalam proses verifikasi,” ungkapnya.

Dikatakannya, terkait pembebasan lahan PLTA Asahan, pihaknya menargetkan menyelesaikannya sampai pertengahan 2016 mendatang.

“Kalau itu harapan kita 2016 nanti selesai pembebasan lahannya. Semoga bisa cepat selesai,” katanya.

Dikesempatan sama ia mengakui, biarpet yang melanda Sumut sampai kini karena masih kurangnya cadangan listrik di Sumut. Dikatakannya, seharusnya Sumut memiliki cadangan sampai 500 MW.

“Saat ini kita masih memiliki cadangan 40 MW. Seharusnya cadangan yang kita miliki 500 MW. Setidaknya dengan adanya pembangunan PLTA ini bisa mengurangi krisis energi Sumut,” terangnya.

Negosiasi yang Baik

Ekonom Sumut Muhammad Ishak memandang, PLN dalam melakukan pembebasan lahan harus melalui proses negoisasi yang baik. PLN dan pemerintah setempat dianggap penting memikirkan aspek psikologis masyarakat.

“Dalam hal ini, jangan dilihat hanya aspek ekonomisnya saja, akan tetapi aspek psikologis masyarakat harus dilihat. Harus ada deal yang bisa menguntungkan masyarakat,” katanya.

Dijelaskannya, dalam pembebasan kawasan hutan lindung PLN pun harus berkoordinasi dengan pusat. Sebab, keputusan mengenai hal itu tak hanya ada di tingkat gubernur, akan tetapi di kementerian.

Ishak memandang, pembangunan PLTA Asahan III memang baik mengatasi kekurangan energi listrik di Sumut.

To Top