Berita

Balai Bahasa Medan Usulkan Perda Tentang Bahasa Jadi Inisiatif DPRD Sumut

Balai Bahasa Medan, Kamis 22/10, melakukan audiensi dengan ketua DPRD provinsi Sumatera Utara H. Ajib Shah, S.Sos.

Didampingi oleh staf dan jajaran, Wawan Prihartono, M.Hum, Drs. Martin, M.Hum, Drs. Amran, M.Hum. Yulia Fitra, M.Si. Selaku kepala balai Bahasa Medan, Dr. Hj. Tengku Syarfina, M.Hum. dalam kesempatan itu, menyampaikan usulan agar ada satu peraturan daerah (Perda) di Sumatera Utara tentang Bahasa dan Pelindungan Bahasa Indonesia.

Menurut Dr. Hj. Tengku Syarfina, M.Hum. Saat ini kondisi Bahasa Indonesia nyaris ditinggalkan oleh kita semua. Sebagai salah satu contohnya, pengamatan Balai Bahasa terhadap iklan dan reklame di ruang publik yang sering mengabaikan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

“Saya bersama staf di Balai Bahasa sudah melakukan banyak penelitian terhadap penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, secara umum semua iklan dan reklame mengabaikan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Keadaan ini membuat kita khawatir, karena bisa mengurangi rasa cinta tanah air, dan kecintaan akan bahasa kita bagi putra/putri kita semua. Sebagai anak bangsa sepatutnya kita bangga memiliki bahasa Indonesia. Inilah yang kita ingin sampaikan kepada Bapak Ajib Shah selaku ketua DPRD provinsi Sumatera Utara, agar kita bekerjasama antar lembaga ini untuk melahirkan satu Perda untuk mengawal penggunaan bahasa Indonesia di semua bidang dan sektor serta diruang publik.”

Dalam kesempatan tersebut, Drs. Martin, M.Hum. dari balai Bahasa Medan juga menambahkan, “Kita sudah memiliki UU nomor 24 tahun 2009 tentang Bahasa, Bendera, dan Lambang Negara, yang mengatur peran dan upaya pelindungan Bahasa Indonesia baik dari pengaruh bahasa asing maupun globalisasi. Maka, sudah sepatutnya kita memiliki satu Perda tentang bahasa Indonesia agar pelindungan bahasa Indonesia, bisa sampai juga di daerah provinsi maupun kabupaten/kota. DPRD provinsi Sumatera Utara adalah mitra kita yang paling dekat dengan rakyat, kita yakin kalangan DPRD akan mendukung usulan Perda ini menjadi program inisiatif DPRD pada tahun 2016, ” ujarnya.

Di tempat yang sama, Drs. Amran, M.Hum. juga mengatakan bahwa payung hukum dalam bentuk Perda memang bernilai urgensi, karena  saat ini kita sedang memasuki era MEA atau masyarakat Ekonomi Asean, dimana akan ada mobilisasi pekerja asing yang akan datang ke Indonesia, jika kita tidak melindungi Bahasa Indonesia, maka, akan membuat Bahasa Indonesia menjadi bahasa nomor dua di negeri sendiri.

Menanggapi hal itu, ketua DPRD provinsi Sumatera Utara H. Ajib Shah, S.Sos. mendukung upaya yang dilakukan oleh Balai Bahasa Medan. “Saya mendukung upaya ini, memang Bahasa Indonesia penting kita jaga, kalau tidak kita siapa lagi? Kalau berkunjung ke negara lain atau negara tetangga kita pun kadang sedih jika bahasa yang lebih diutamakan bahasa Internasionala. Maka, seperti semangat hari Sumpah Pemuda yang akan kita peringati nanti, satu bahasa yaitu bahasa Indonesia, dengan semangat itu, Saya, akan bawa usulan dari balai Bahasa Medan ini kedalam rapat pimpinan sehingga bisa diproses dan mengkuti tahapan pengusulan Perda inisiatif DPRD provinsi Sumatera Utara, pada tahun 2016. Soalnya, memang perlu bahasa Indonesia kita jaga bersama agar anak-cucu kita nantinya tidak lupa dan bisa berbahasa dengan baik dan benar.”

Didampingi oleh ketua Fraksi PDI Perjuangan Budiman Nadapdap, Anggota Komisi E yang juga wakil ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, H. Syamsul Qodri Marpaung, Lc. Anggota Komisi C yang juga dari fraksi partai Demokrat, Muhri Fauzi Hafiz. Ketua DPRD Sumut H. Ajib Shah, S.Sos. menegaskan akan menyampaikan usulan Balai Bahasa Medan tentang Perda Bahasa ini kepada Badan Perancang Peraturan Daerah (BPPD) dan Komisi E. “Jika masih ada kesempatan kita sarankan agar kawan-kawan Balai Bahasa Medan juga proaktif dan terus bekerja mengajak semua pihak untuk mendukung usulan Perda ini. Karena untuk menjadi satu Perda harus mengikuti banyak tahapan dan ketentuan. ” kata, H. Ajib Shah, S. Sos. mengakhiri.

Acara audiensi yang berlangsung dengan penuh keakraban tersebut, akhirnya ditutup dengan pemberian kain songket hasil kerajinan tangan binaan kepala Balai Bahasa Medan buat ketua DPRD provinsi Sumatera Utara, H. Ajib Shah, S.Sos.

To Top