Berita

Kabut Asap Semakin Pekat, Sekolah di Medan Diliburkan

Kabut asap yang melanda sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan telah mencapai titik yang membahayakan bagi kesehatan. Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Medan memutuskan untuk meliburkan seluruh sekolah mulai besok.

Kepekatan kabut asap di Medan semakin parah. Terakhir, hingga Jumat sore, konsentrasi partikulat PM10 (konsentrasi partikel debu) di Medan mencapai 542 gram/meter kubik.

“Mulai besok, seluruh sekolah, mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, semuanya, baik negeri dan swasta, diliburkan,” ujar Penjabat Wali Kota Medan, Randiman Tarigan, di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat sore (23/10/2015).

Keputusan untuk meliburkan sekolah ini dihasilkan secara mendadak pukul 17.00 WIB. Sebelumnya, Dinas Kesehatan, Badan Lingkungan Hidup (BLH), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan melakukan koordinasi mendadak pukul 15.00 WIB.

“Dari hasil rembuk itulah maka diputuskan bahwa udara di Medan ini sudah masuk kategori berbahaya. Apalagi anak-anak sekolah ini tidak boleh jadi korban,” kata Randiman.

Namun, belum dapat dipastikan sampai kapan sekolah akan diliburkan. Randiman hanya bilang sekolah akan kembali aktif bila keadaan udara kembali normal.

“Kalau itu kita belum bisa putuskan. Ya, sampai kembali normal lah udaranya,” ujarnya.

Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), konsentrasi partikulat PM10 dinyatakan berbahaya ketika mencapai angka 350 gram/meter kubik.

Dampak kabut asap di Sumatera dilaporkan juga melumpuhkan penerbangan internasional dan domestik, terutama di Medan, Pekanbaru, Jambi, dan Lhokseumawe. Perlu segera ada respons nasional untuk mengatasi krisis ini.

Sebanyak 20 penerbangan dari dan menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNIA), Kamis (3/9) hingga pukul 13.00, dibatalkan. Sementara lima penerbangan masih ditunda.

Pesawat yang batal berangkat mencapai 11, sementara yang dijadwalkan mendarat tetapi batal ada 9 pesawat. Penumpang terlihat mengembalikan tiket ke sejumlah kantor maskapai.

Hingga Rabu siang, jarak pandang di KNIA hanya 600 meter karena kabut asap. Pengumuman penundaan pesawat dan pembatalan pesawat karena alasan cuaca berkali-kali terdengar.

Penerbangan yang batal terbang di antaranya Lion GT 0395 ke Jakarta, Sriwijaya Air SJ 0017 ke Jakarta, Lion Air JT 0957 ke Batam, Citilink QG 0884 ke Batam, Wings Air 1254 ke Sibolga, Lion JT 0383 ke Jakarta, Lion 0309 ke Jakarta, Nam Air IN 9035 ke Batam-Jambi, Lion Air JT 0205 Jakarta, dan Garuda Indonesia GA 0195 ke Jakarta serta Susi Air SI 7174 ke Takengon.

Sementara pesawat yang batal datang ke KNIA di antaranya Wings Air IW 1255 dari Sibolga, GA 0192 dari Jakarta, Lion JT 0195 dari Penang, GA 0382 dari Jakarta, Sriwijaya Air SJ 016 dari Jakarta, Lion JT 0135 dari Penang, Lion JT 0206 dari Jakarta, Nam Air 9034 dari Jambi dan Batam, serta Citilink 885 dari Batam.

Duty Manager KNIA Yasirin mengatakan, pembatalan dimungkinkan akan bertambah jika kabut asap masih tebal.

Pekanbaru juga lumpuh

Kabut asap di Riau akhirnya mencapai puncak pada awal September ini. Sejak kemarin, aktivitas Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru mengalami gangguan akibat jarak pandang yang sangat rendah sehingga dapat membahayakan penerbangan. Hari Kamis (3/9) pagi, bandara kembali lumpuh tanpa aktivitas penerbangan.

“Semua penerbangan menuju Pekanbaru sejak Kamis pagi belum ada yang dapat mendarat karena jarak pandang mencapai 200 meter. Otoritas bandara tidak membolehkan pendaratan pesawat. Semua pesawat yang menuju Pekanbaru masih standby di bandara asal sampai cuaca membaik,” ujar Tony Hendrik, Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kamis.

Pada hari Rabu, bandara juga mengalami kelumpuhan setengah hari. Penerbangan baru normal di atas pukul 12.00. Meski demikian, dua pesawat yang bermalam di Pekanbaru, yaitu Lion Air dan Garuda Indonesia tujuan Jakarta, masih dapat diberangkatkan pada pukul 06.40 dan 07.10. Jarak pandang kemarin mencapai 500-1.000 meter.

Kamis pagi, kondisi kabut asap semakin parah. Jarak pandang bertahan di bawah 500 meter. Otoritas bandara melarang keberangkatan pesawat Lion Air dan Garuda Indonesia yang sebelumnya bermalam di Pekanbaru. Baru pada pukul 08.30 Garuda Indonesia terbang menuju Jakarta.

To Top