Berita

Fauzi Minta Laba Bank Sumut Digunakan Untuk Pembangunan

Kesulitan keuangan yang saat ini dihadapi oleh Pemprov Sumatera Utara membuat pemegang tampuk pimpinan harus berfikir keras mencari jalan keluar. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah menggunakan laba Bank Sumut untuk digunakan dalam pembiayaan pembangunan.

Hal itu diutarakan anggota Komisi C DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz yang menyarankan kepada Pemprovsu melalui Sekdaprovsu Hasban Ritonga untuk berkoordinasi dengan PT Bank Sumut.

“Seperti yang diketahui bahwa di PT Bank Sumut, Pemprovsu masih memiliki laba ditahan untuk tahun baku 2014 sebesar Rp123 miliar lebih. Angka ini cukup signifikan untuk bisa membantu sekaligus menjadi solusi dalam mengatasi persoalan keuangan Pemprovsu,” kata Muhri, Kamis (15/10/2015) seperti yang dilaporkan harianandalas.com.

Selanjutnya terpulang pada bagaimana kesanggupan PT Bank Sumut. “Ini menjadi momentum tepat bagi PT Bank Sumut untuk membuktikan sebagai BUMD yang ikut berperanserta dalam mendukung berjalannya pembangunan daerah,”kata Politi Partai Demokrat.

Sebab, jika terus ditahan laba tersebut di PT Bank Sumut, di sisi lain Pemprovsu terus terlilit utang, padahal mereka masih memiliki laba di PT Bank Sumut.

“Ini suatu hal yang tidak sinkron. Semestinya laba ditahan tersebut harus segera diambil Pemprovsu untuk dialokasikan pada pembiayaan pembangunan,”kata Muhri Fauzi.

Menurut Fauzi, sebaiknya diproritaskan untuk pembayaran utang. “Kalau nanti sudah selesai hitungannya (pembayaran utang-red) itu, dan selanjutnya jika masih ada sisa, bisa dikembalikan ke PT Sumut, sebagai penyertaan modal,”ujarnya.

Kalau saat ini laba ditahan Pemprovsu di PT Bank Sumut belum dimasukkan ke dalam penyertaan modal.

“Jadi, saya minta kepada Hasban Ritonga selaku Ketua TPAD Pemprovsu untuk melakukan kajian terkait hal tersebut. Inilah yang sebut sebagai perlunya upaya-upaya inovatif dan kreatif,”katanya.

Apalagi, pengakuan Pemprovsu, PAD tidak tercapai. Hal-hal seperti ini (pengambilan dan pemanfaatan) perlu dipertimbangkan.

“Bahkan, bila perlu aset-aset yang ada dimiliki Pemprovsu, dijual saja untuk membayar utang dan meningkatkan pembiayaan pembangunan,”tegasnya.

Muhri Fauzi menambahkan, Pemprovsu berhak mengambil dan memanfaatkan laba ditahan yang dimilikinya di PT Bank Sumut untuk mengatasi krisis keuangan, utamanya diprioritaskan untuk membayar utang.

Seperti Pemkab Tapanuli Selatan, laba ditahan di PT Bank Sumut, 0, karena semua diambil untuk kepentingan pembangunan di daerah itu.

“Uang ada di PT Bank Sumut, kondisi sedang sulit, mengapa terus dibiarkan. Makanya Pemprovsu, harus segera mengambil laba ditahan tersebut,” imbau Muhri Fauzi Hafiz.

To Top