Berita

Kabut Asap di Kota Medan Semakin Mengkhawatirkan

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut, menilai udara di Kota Medan sudah sangat tercemar akibat kabut asap. Hal ini berdasarkan hasil pengukuran udara pada dua Minggu terakhir.

“Setelah kita lakukan uji pencemaran udara di tiga tempat, yaitu Bandara KNIA, eks Bandara Polonia Medan dan Kantor Gubernur Sumut, hasilnya udara di Kota Medan memang tercemar,” kata Kepala BLH Sumut Hidayati seperti yang dilaporkan DinamikaRakyat, Sabtu (3/10/2015).

Ia menjelaskan, dari hasil analisa terhadap parameter SO2, NO2 dan TSP (Total Suspended Particulates) diketahui tingkat TSP lebih tinggi.

“Di Bandara KNIA, tingkat TSP nya mencapai 11.263 mikro gram per normal meter kubik. Padahal normalnya TSP 230 mikro gram per normal meter kubik. Eks Bandara Polonia tingkat TSP mencapai 9.169 dan untuk di Kantor Gubernur Sumut tingkat TSP mencapai 4.000 mikro gram per normal meter kubik. Tingkat ketebalannya mencapai 2 persen,” jelasnya.

Hidayati mengatakan, asap kiriman dari Jambi dan Sumatera Selatan bercampur dengan debu sisa pembakaran. Jika terhirup langsung, katanya, akan sangat membahayakan.

“Kabut asap ini memang sangat membahayakan. Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengidap ISPA di Medan,” ungkapnya.

Tebalnya kabut asap di Kota Medan semakin mengkhawatirkan. Dirinya menghimbau kepada perusahaan kelapa sawit agar tidak sembarangan membakar pohon yang sudah tidak bisa dipanen.

“Beberapa penyumbang asap biasanya perusahaan kelapa sawit yang membakar tanaman setelah panen. Kita berharap perusahaan kelapa sawit tidak lagi melakukan pembakaran,” katanya.

To Top