Berita

Tiga Tim Dibentuk Untuk Cari Jemaah Hilang Pasca-Insiden Mina

Tim dibentuk untuk mencari jemaah haji yang hilang atau belum kembali ke tenda sejak insiden Mina yang merenggut ratusan korban jiwa di Arab Saudi. Panitia Penyelenggaraan Ibada Haji (PPIH) membentuk tiga tim dengan menyusuri pemondokan, rumah sakit dan pemulasaran jenazah di Al Muaisim.

Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan jumlah personel yang dikerahkan sebanyak 15 orang. Mereka terdiri dari petugas perlindungan jamaah dari TNI/Polri, petugas kesehatan, dan tenaga kesehatan.

“Juga, ada dari PPIH Arab Saudi,” katanya, Jumat (25/9).

Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Letnan Kolonel Jaetul Muchlis Basyir mengatakan, 15 orang itu ditempatkan dalam tiga tim. Masing-masing menyisir pemondokan, rumah sakit, dan pemulasaran jenazah. “Tiap tim ada lima orang,” ucapnya.

Arsyad menambahkan jumlah itu belum termasuk 30 petugas di Sektor Khusus yang ‎membantu penyisiran jamaah di Masjidil Haram. “Sektor Khusus sesuai dengan tugasnya di Haram,” ujarnya.

Sebelumnya, Arsyad menyatakan, ada 225 jamaah hilang atau belum kembali ke tenda di Mina sejak kejadian di Jalan 204, Mina, Arab Saudi, Kamis (24/9) pagi. Ratusan jamaah yang belum kembali ke tenda di Mina itu berasal dari tiga kelompok terbang (Kloter).

Ia memerinci, 14 orang berasal dari Kloter BTH 14 Embarkasi Batam, 19 orang dari Kloter SUB 48 Embarkasi Surabaya, dan 192 orang dari Kloter JKS 61 Embarkasi Jakarta-Bekasi.

“Ketiga kloter ini maktabnya bertempat di Mina Jadid,” ujar Arsyad, Jumat (26/9). Kloter BTH 14 tinggal di Maktab 1 Mina, SUB 48 tinggal di Maktab 2 Mina, dan JKS 61 tinggal di Maktab 7 Mina.

Kepadatan terjadi di Jalan 204, Kamis pagi waktu Arab Saudi. Jamaah yang telah selesai melontar jumrah aqabah bertemu dengan jamaah yang hendak menuju Jamarat.

Akibatnya, terjadi aksi dorong dan banyak korban yang terinjak-injak dalam kejadian itu. Sebanyak 717 jamaah haji dari seluruh dunia wafat dan 853 lainnya luka-luka.

PPIH Arab Saudi telah mengonfirmasi tiga korban berasal dari Indonesia. Enam jamaah Indonesia juga mengalami luka dan masih dirawat di rumah sakit di Mina dan Makkah.

Jalan 204 sebenarnya bukan akses untuk jamaah haji asal Indonesia yang hendak ke Jamarat. Sebagian jamaah yang selamat menyatakan mereka melintas di jalan untuk jamaah dari Mesir, Nigeria, Libanon, dan India itu karena arahan dari ketua rombongan.

To Top