Berita

14 Tahun Demokrat, Fauzi: Partai Ini Dapat Menjadi Solusi Negeri

Memasuki usia 14 tahun Partai Demokrat menjadi tonggal bagi partai berlambang merci itu untuk berbenah, mulai dari tingkat kader hingga ketua umum mengapungkan harapan yang tinggi terhadap partai tersebut bisa menjadi solusi bagi negeri ini.

Bahkan Muhri Fauzi Hafiz mengharapkan mesin partai demokrat bisa menghasilkan kader yang bermental baja dan diharapkan punya kontribusi yang positif bagi pembangunan dan kesejahteraan bangsa.

“Semoga partai Demokrat dapat menjadi solusi bagi negeri ini, tidak hanya untuk masalah korupsi saja, namun yang terpenting adalah partai ini dapat menjadi seperti mesin penghasil kader yang memiliki mental-mental yang baik seperti pemberi solusi dan peduli,” kata anggota DPRD Provinsi Sumut fraksi Demokrat itu, Rabu (9/9/2015).

Muhri Fauzi Hafiz anggota DPRD Provinsi Sumut saat menghadiri ulang tahun Partai Demokrat di Jl. Darussalam Medan

Apa yang disampaikan Fauzi tersebut segaris apa yang disampaikan sang Ketua Umum Partai Demokrat.

Seperti yang dilaporkan CNNIndonesia Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan kader-kader partainya untuk membantu rakyat beserta pemerintah. Hal tersebut ia tekankan pada pidato di hadapan anggota Fraksi Demokrat DPR RI, Rabu (9/9/2015).

9 September 2015 Hari Ulang Tahun ke-66 Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono. Selain mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari istri tercinta, putera sulung Bapak SBY, Mayor Inf. Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Facebook)

 

“Demokrat, utamanya Fraksi DPR RI, saya instruksikan membantu pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan ekonomi. Pemain utama dalam hal ini Fraksi dan Dewan Pimpinan Pusat. (Instruksi) ini penting dilaksanakan,” kata SBY saat berpidato dalam rangka peringatan hari ulang tahun Partai Demokrat ke-14 yang digelar Fraksi Demokrat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

SBY juga mewajibkan jajaran pengurus dan kader partainya untuk membantu rakyat mengatasi makin sulitnya kehidupan mereka menyusul gejolak ekonomi saat ini. “Lakukan tindakan konkret,” ujar Presiden keenam RI itu.

Di sisi lain, SBY menyatakan penting bagi Demokrat untuk terus mengawasi negara dan pemerintah dalam mengelola negara, termasuk dalam penegakan hukum. Ia minta hukum ditegakkan dengan serius dan tanpa tebang pilih.

Soal posisi politik Demokrat, SBY mengatakan partainya sejak awal punya sikap jelas, yakni sebagai kekuatan penyeimbang. SBY tegas menolak ikut salah satu kubu yang ada saat ini, apakah itu Koalisi Indonesia Hebat di belakang pemerintah atau Koalisi Merah Putih di seberang pemerintah.

SBY bercerita, banyak menghadapi pertanyaan mengapa Demokrat memilih berada di tengah, padahal kekuatan penyeimbang dianggap berada di area abu-abu alias tidak tegas. Tak jarang Demokrat diminta ikut saja salah satu koalisi yang ada saat ini.

SBY telah menyiapkan jawabannya. “Dulu Indonesia menolak Perang Dingin dan masuk Gerakan Non-Blok. Masuk ke dalam Non-Blok bukan pilihan tak tegas. Dalam kekuatan penyeimbang itulah Indonesia menjadi independen,” kata dia.

Sebagai kekuatan independen, ujar SBY, Demokrat dapat lebih jernih menyikapi suatu persoalan dengan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya.

Hubungan Demokrat dengan pemerintah, kata SBY, sudah sangat jelas. “Jajaran Partai Demokrat yang menjadi pejabat eksekutif, bertugas membantu penuh Presiden,” kata dia.

Fraksi Demokrat di DPRD pun, ujar SBY, mesti mendukung penuh pemerintah dengan catatan kebijakan dan program-program yang dijalankan telah tepat dan sesuai aspirasi rakyat.

Namun jika ada kebijakan yang melenceng dari kepentingan rakyat, SBY mewajibkan anggota Partai Demokrat untuk mengkritisinya.

SBY meminta seluruh instruksinya itu dijalankan secara konsisten. Ia mengingatkan kepada seluruh kader agar tak menyimpan keraguan sedikit pun untuk menjadi kekuatan politik penyeimbang.

To Top