Berita

Layanan Digital Syariah Makin Berkembang di Asia Timur

Pusat Pengembangan Ekonomi Islam Dubai baru-baru ini merilis laporan berjudul Negara Ekonomi Syariah Global. Laporan yang diproduksi oleh intelijen bisnis, Thomson Reuters ini menyoroti banyak tren baru dalam ekonomi Islam.

Berdasarkan laporan itu, kini di negara-negara Asia Timur memungkinkan pasar domestik mereka memasuki pembiayaan secara Islam. Negara-negara itu juga tengah melakukan perkembangan baru dalam hal makanan halal dan pariwisata. Begitu juga pakaian dan industri mode, juga obat-obatan, dan kosmetik.

Namun, yang paling penting, laporan itu menunjukkan ekonomi syariah kini juga merangkul era digital yang dikatakan sebagai “Perbatasan Baru” di dunia Muslim. Hal ini dikembangkan setelah melihat kehidupan Muslim di seluruh dunia tak bisa lagi dilepaskan dengan dunia digital.

“Itu termasuk Alquran, aplikasi wisata halal di ponsel, edukasi Islam secara online dan aplikasi untuk pencarian restoran halal terdekat sampai pencarian masjid terdekat,” tulis pemberitaan dalam laman Gulf Times, Rabu (19/8).

Dalam laporan lainnya yang berjudul The Digital Islam Landscape, menunjukkan era digital akan membawa ekonomi syariah melangkah lebih jauh ke depan. Laporan yang ditulis konsultan Deloitte dan disponsori oleh Noor Telecom di Kuwait menyoroti potensi yang belum banyak dimanfaatkan layanan digital Syariah.

“Teknologi mempersenjatai kita dengan alat-alat yang jauh lebih kuat dan efektif daripada masa lalu. Kami telah mengidentifikasi kebutuhan yang kuat untuk layanan digital syariah,” Ketua dan CEO Noor Telecom, Ayman Al-Bannaw.

Dalam laporan itu disebutkan, layanan digital ini juga menyentuh sektor keuangan syariah. Itu dengan pengembangan layanan website online perbankan syariah, termasuk penasihat virtual sebebagai alat perencanaan keuangan.

Aplikasi lainnya juga melayani zakat secara online. Itu seperti Zakat di Singapura yang dikembangkan oleh Dewan Agama Islam Singapura. Selain itu, ada layanan E-ZakatPay Malaysia.

To Top