Berita

Fauzi Minta Gubernur Jangan Abaikan Hasil Reses

Anggota DPRD provinsi Sumatera Utara dari fraksi partai Demokrat, Muhri Fauzi Hafiz, Senin (3/8/2015) yang lalu, melaksanakan kegiatan resesnya di kota Binjai.

Saat berbicara dalam kegiatan reses tersebut, anggota DPRD asal Daerah Pemilihan (Dapil) 12 kota Binjai dan kabupaten Langkat ini mengatakan, “bahwa fokus kegiatan reses ini adalah mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, baik terkait pembangunan infrastruktur, pelayanan publik maupun bantuan sosial dan hibah, yang bersumber dari APBD pemerintah provinsi Sumatera Utara kepada masyarakat.” katanya dengan tegas dihadapan masyarakat pemilih yang datang di kota Binjai.

Menurut Fauzi sesungguhnya, reses tidak hanya sekedar menjaring aspirasi masyarakat pemilih, namun lebih jauh lagi kegiatan reses juga digunakan untuk membangun hubungan silaturahmi yang rutin dan berkala antara anggota DPRD dengan masyarakat yang sudah pernah memilihnya saat pemilu legislatif yang lalu.

Oleh karena itu, kegiatan reses ini sangat penting bagi setiap anggota DPRD baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk membangun hubungan yang harmonis antara anggota DPRD dan Pemilihnya, sehingga kegiatan pembangunan bisa tepat sasaran.

Maka, dalam sambutannya tersebut, Muhri Fauzi Hafiz, meminta agar pemerintah provinsi melalui Gubernur jangan mengabaikan hasil reses yang telah dilaksanakan oleh anggota DPRD.

“Tetapi, peran yang cukup penting dalam kegiatan reses ini, menurut pendapat Saya, cenderung dipandang kecil oleh pemerintah provinsi Sumatera Utara melalui Gubernur Sumatera Utara beserta jajarannya,” tambahnya lagi.

Fauzi menyebutkan sudah beberapa kali reses dilaksanakan, namun, respon yang ditunjukkan oleh pemerintah provinsi Sumatera Utara melalui Gubernur hanya bersifat seremoni seperti tertuang dalam jawaban dan pandangan saat rapat paripurna di Gedung Dewan.

“Saya mohon dukungan dari masyarakat untuk menegaskan kepada saudara Gubernur agar tidak mengabaikan hasil reses ini.” kata Fauzi.

Berkaitan dengan kurangnya perhatian pemerintah provinsi Sumatera Utara, terkait respon yang positif  terhadap hasil reses Fauzi mengatakan kalau kondisi riil tersebut harus berani diungkapkannya dihadapan masyarakat, agar masyarakat juga mengetahui keadaan yang terjadi saat ini.

“Saya sebagai anggota DPRD provinsi Sumatera Utara sebenarnya sudah meminta agar pemerintah provinsi Sumatera Utara melalui Gubernur dan jajarannya membuat daftar inventaris terhadap semua usulan-usulan yang sudah disampaikan melalui sidang paripurna secara kelompok per-Dapil. Usulan-usalan itu harus menjadi prioritas untuk ditampung dalam APBD provinsi, karena jika tidak, maka, kegiatan reses ini akan kehilangan makna, pada akhirnya menjadi bumerang bagi anggota DPRD yang melaksanakan kegiatan reses.”

“Jika tidak ditampung dalam APBD, maka usulan dari masyarakat tidak punya pengaruh apapun, pada akhirnya anggota DPRD pun bisa disebut pembohong, sementara anggota DPRD tidak memiliki keputusan terhadap penggunaan anggaran,” ujarnya.

Kegiatan reses yang dihadiri oleh masyarakat kota Binjai ini diakhiri dengan dialog dan doa. Salah satu anggota masyarakat yang hadir, Boirin, menyampaikan agar anggota DPRD provinsi yang sudah terpilih bekerja dengan baik dan jangan melakukan korupsi, karena masyarakat sudah memberi amanah.

Di tempat yang sama, Muharman, meminta agar pembangunan bantaran sungai yang ada di kota Binjai yang dekat dengan pemukiman masyarakat menjadi perhatian pemerintah provinsi.

Kegiatan reses ini berlangsung mulai dari tanggal 3 sd. 8 Agustus, dan dilaksanakan oleh seratus anggota DPRD provinsi yang dibagi dalam 12 Dapil, se-Sumatera Utara.

To Top