Berita

Anggota Komisi C DPRD Sumut Ragukan Kinerja Direksi PT Bank Sumut

Muhri Fauzi Hafiz, anggota komisi C DPRD Provinsi Sumatera Utara dari fraksi Partai Demokrat, menyatakan bahwa dirinya meragukan kinerja jajaran direksi PT. Bank Sumut yang baru ini. Hal ini disampaikan Muhri Fauzi, berkaitan dengan upaya yang dilakukan oleh jajaran direksi dalam melakukan revisi target laba tahun 2015, dengan alasan pelambatan ekonomi nasional.

Menurut Muhri, sebagai perbankan yang dimiliki pemerintah daerah sudah wajib Bank Sumut fokus pada pencapaian target PAD yang sudah disepakati.

“Kondisi lambatnya pertumbuhan ekonomi nasional tidak serta-merta menjadi alasan utama bagi jajaran direksi untuk menurunkan target laba, banyak cara yang bisa dilakukan. seperti efisiensi pengeluaran dan biaya operasional, bila perlu kurangi biaya operasional jajaran direksi,” kata Muhri.

Katanya ekspansi kredit maupun pembiayaan tetap harus berjalan, tahapan proses pencairan dana jangan melanggar regulasi.

“Jadi saya meragukan alasan yang dikemukan oleh Direktur uatama PT Bank Sumut tersebut, karena tahun 2014 lalu, PT Bank Sumut juga tidak mampu mencapai target PAD yang sudah ditetapkan,” ujar muhri.

Sebelumnya seperti yang dikutip MedanBisnisDaily PT Bank Sumut merevisi target pertumbuhan perolehan laba tahun 2015 dari sebelumnya 16% menjadi 10%.

Laba Bank Sumut tahun 2014 tercatat sebesar Rp467,79 miliar. Revisi laba Bank Sumut telah disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera pada akhir Juni 2015 dalam revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2015.

Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sumut, Edie Rizliyanto, mengatakan, perlambatan perekonomian saat ini sudah semakin terasa dan berdampak pada industri keuangan, termasuk PT Bank Sumut.

Hal tersebut yang menjadi alasan Bank Sumut melakukan revisi laba. Revisi laba ini juga karena Bank Sumut melakukan revisi untuk target kredit dari sebelumnya 10% menjadi 8%.

Edie menambahkan, untuk revisi kredit menjadi 8%, sudah berdasarkan pertumbuhan yang saat ini masih 1%-2%. “Pertumbuhannya kalau untuk nilainya masih berkisar Rp1,5 trliun. Itu data per Juni 2015 dan terhitung masih kecil. Karena itu, perlu ada revisi laba,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam revisi RBB 2015 yang telah diserahkan ke OJK, selain kredit, juga ada perubahan untuk target dana pihak ketiga (DPK) dari sebelumnya 12% menjadi 9%.

Edie menegaskan, pihaknya optimis bakal bisa mencapai target RBB yang telah direvisi dengan strategi bisnis yang telah ditetapkan.

Seperti diketahui, dalam RUPS Tahun Buku 2014 sebelumnya, Bank Sumut menekankan untuk menggenjot pertumbuhan kinerja tahun 2015 dengan mencanangkan 8 program strategis yang terbagi dalam kebijakan yang diprioritaskan untuk jangka pendek dan jangka menengah di antaranya penguatan GCG, perluasan jaringan, peluncuran produk/aktivitas baru, dan memperluas layanan syariah.

Program prioritas jangka menengah adalah implementasi Credit Risk Management (CRM) untuk perbaikan kualitas kredit macet atau non performing loan (NPL) serta memperkuat rasio permodalan. Program lainnya yang menjadi fokus manajemen Bank Sumut adalah peningkatan SDM dan restrukturisasi IT System.

To Top