Berita

Eksekusi Pantai Anjing Tak Akan Ganggu Operasional Pelabuhan Belawan

10 Hektare lahan di kawasan pantai anjing yang akan di eksekusi Pengadilan Negeri (PN) Medan tidak akan mengganggu operasional pelabuhan Belawan seperti yang di gembar-gemborkan.

10 hektare lahan tersebut sebelah timur berbatasan dengan pelabuhan peti kemas, sebelah utara berpatasan dengan jalan Raya Pelabuhan dan sebelah selatan berbatasan dengan PT. AKR serta sebelah baratnya berbatasan langsung dengan laut Belawan.

Lahan 10 hektare yang akan di eksekusi tersebut kosong dan tidak ada aktifitas apapun diatas lahan 10 hektare pantai anjing itu. Bahkan ada plang berdiri tegak larangan masuk, siapapun tidak diperbolehkan masuk diatas lahan milik Muhammad Hafizam sebagai pemilik sah atas tanah Grant Sultan Nomor 1709 tahun 1917 seluas 47,5 hektaretermasuk didalamnya 10 hektare lahan yang akan di eksekusi PN Medan.

Sejumlah tokoh masyarakat Sumatera Utara melalui siaran pers, Selasa (2/6/2015) kemarin, menilai beragam opini dibangun untuk berupaya menunda eksekusi dengan menentang keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, bahkan tokoh agama dilibatkan untuk ikut serta melawan hukum dengan meminta eksekusi ditunda.

“Kita meminta Pengadilan Negeri Medan segera melakukan eksekusi lahan di Pantai Anjing itu, agar tidak menimbulkan opini publik, apalagi saat ini ada upaya melibatkan ormas-ormas islam untuk menentang Peputusan Pengadilan untuk menolak eksekusi, ini kan hukumnya sudah jelas. Jangan provokasi masyarakat sehingga membuat suasana menjadi mencekam. Kita juga tidak setuju kalau institusi keagamaan dibawa-bawa,” ujar Ustadz Drs HM Daud Sagita Putra, MP, dari Persaudaraan Musliminn Indonesia saat di temui di rumahnya.

Hal yang sama diungkapkan Mantan Ketua Front Pembela Islam Sumatra Utara, Dahrul Yusuf dari Majelis Zikir Ash Sholah. Menurutnya, dalam kasus ini, dia menghimbau agar jangan sekali-kali agama dilibatkan untuk pembekap yang tidak benar.

“Hukum harus ditegakkan, dan kepada saudara umat Islam jangan membuat pernyataan apapun sebelum dipelajari bahwa sesuatu itu benar,” ungkapnya

Sementara itu warga setempat yang dikonfirmasi juga mengatakan, lahan 10 hektare tersebut kosong, tidak ada bangunan ataupun aktifitas di dalamnya, apalagi kini sudah ada plang dilarang masuk.

“Tidak ada yang berani masuk ke lahan itu, kalaupun di eksekusi tidak akan melumpuhkan operasional pelabuhan Belawan, memang lahan kosong itu, “ ucap Amir, salah satu warga sekitar.

Sementara itu, Humas PN Medan, Nelson J Marbun mengatakan, ekseskusi tanah10 hektare di lahan pantai anjing, kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan tetap akan di ekseskusi, saat ini menunggu jadwal eksekusi dari Ketua PN Medan, “yang menentukan jadwal eksekusi itu Ketua PN Medan, sekarang tergantung ketua PN Medan, “kata Nelson J. Marbun saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Menurut Nelson, meskipun perkara tersebut masih dalam proses peninjauan kembali (PK), hal tersebut tidak membuat eksekusi ditunda, sebab ada beberapa persyaratan yang sudah dilakukan oleh pemohon eksekusi yakni M. Hafizham.

Sumber: Tribun-Medan.com

To Top