Berita

DPRD Sumut Menggelar Paripurna Interpelasi

Hak interpalasi DPRD Sumut hari ini digelar. Penggagas interpelasi mengaku sudah menyiapkan sejumlah pertanyaan seputar kinerja Gubernur Sumatera Utara yang dinilai membuat Pemprov Sumut menumpuk hutang kepada Kabupaten/Kota. Pertanyaan-pertanyaan penggagas interpelasi jilid III ini, sudah melewati berbagai rapat dan pertemuan.

Juru bicara pengusung interpelasi jilid III Muhcri Fauzi Hafiz mengungkapkan petanyaan resmi ini. Menurut politisi Partai Demokrat itu pertanyaan tersebut sudah disampaikan kepada pimpinan DPRD Sumut, setelah dilakukan Rapat Pimpinan DPRD Sumut dengan Ketua dan Sekretaris Fraksi-fraksi DPRD Sumut serta pimpinan alat kelengkapan DPRD Selasa, 7 April 2015.

Ia menjelaskan, DPRD Sumut akan menggelar Paripurna Interpelasi, Senin (20/4). Paripurna internal anggota DPRD Sumut ini sangat menentukan berlanjut atau kandas interpelasi jilid III.

Pasalnya, sesuai aturan, untuk bisa memanggil gubernur, maka interpelasi harus didukung sebanyak 50 persen +satu atau 51 anggota DPRD Sumut.

Setelah 12 anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumut mencabut dukungan interpelasi, awalnya 57 anggota yang menandatangani usul interpelasi, saat ini hanya sisa 45 anggota yang konstinten mengusulkan. Namun, isu yang beredar dari jumlah 45 anggota tersebut, beberapa orang tak konsisten lagi.

“Tapi kita lihat sajalah Senin (hari ini). Mudah-mudahan dukungan bertambah, dan interpelasi bisa lanjut,” kata Fauzi Senin (20/4/2015).

Fauzi mengaku akan sangat sedih jika interpelasi yang menjadi harapan masyarakat untuk mengetahui utuh permasalahan didalam Pemprov Sumut harus kandas, seperti dua kali wacana interpelasi yang pernah digadang-gadang anggota DPRD Sumut periode sebelumnya.

“Nggak tahulah mau bilang apa kalau interpelasi ini sampai gagal. Tapi, kami sangat optimistis anggota DPRD Sumut masih punya nurani pertanggungjawaban untuk masyarakat Sumut. Karena kalau sampai gagal, dikira nanti ada apa-apa. Dan, imbas negatifnya akan terkena sama semua anggota DPRD, bukan hanya yang tak mendukung. Yang mendukung pun akan ikut dicap negatif,” ujarnya.

Sumber: Tribun Medan

To Top