Home

DPRD Sumut Minta Masyarakat Juga Kawal Seleksi Calon Direksi PDAM Tirtanadi

ANGGOTA DPRD provinsi Sumatera Utara (DPRDSU) dari Fraksi Partai Demokrat, Muhri Fauzi Hafiz, mengajak masyarakat Sumatera Utara melalui organisasi kemahasiswaan, profesi, kepemudaan maupun Ormas yang ada, untuk bersama-sama melakukan pengawalan terhadap jalannya proses seleksi calon Direksi PDAM Tirtanadi yang sedang berlangsung saat ini.

Menurut Muhri Fauzi Hafiz, ajakan ini punya beberapa alasan, pertama, PDAM Tirtanadi adalah BUMD milik masyarakat Sumatera Utara yang mengelola kebutuhan air bersih bagi masyarakat luas. Kedua, Modal yang saat ini dimiliki oleh PDAM Tirtanadi, sebagian besar, sesungguhnya adalah uang rakyat Sumatera Utara yang berasal dari pajak daerah (PKB/BBNKB/PBBKB), retribusi daerah, maupun pembayaran rekening air, totalnya per 31 Desember 2013 lalu sebesar Rp 412.906.053.383,-. Ketiga, peningkatan PAD.

“Ketiga alasan yang saya sebut tadi di atas, cukup menjadi dasar bagi kita semua sebagai masyarakat Sumatera Utara untuk terlibat melakukan pengawasan dan pengawalan, sehingga proses seleksi calon Direksi PDAM Tirtanadi ini berjalan dengan baik dan benar. Sehingga Gubernur Gatot Pujonugroho meloloskan nama-nama Direksi yang memiliki integritas terbaik, dengan rekam jejak yang benar, teruji pengalamannya dan profesional.” Ujar Muhri Fauzi Hafiz beberapa waktu yang lalu.

“Saya ajak masyarakat untuk ikut terlibat mengawal jalannya proses seleksi ini, agar PDAM Tirtanadi bisa berjalan dengan baik tanpa dibebani oleh kepentingan kelompok tertentu, maupun intervensi politik dari oknum-oknum tertentu, yang ingin memperkaya diri, dengan mengorbankan kepentingan masyarakat.” kata Muhri Fauzi.

Muhri Fauzi Hafiz juga menegaskan, bahwa dirinya juga mengajak kepada Dewas PDAM Tirtanadi, Tim Independen dari USU serta Gubernur Gatot Pujonugroho, agar jangan menutup-nutupi proses yang tidak benar, berhati-hati agar jangan terjebak transaksi jual-beli jabatan, silahkan terbuka dan jelaskan tahapan seleksi calon Direksi ini sesuai mekanisme yang berlaku. Karena, proses seleksi calon Direksi ini sangat menentukan masa depan PDAM Tirtanadi.

“Ada jutaan masyarakat yang bergantung kebutuhan-nya akan air bersih dari BUMD ini, ada ratusan karyawan yang butuh diayomi yang bekerja di PDAM ini, juga ada kebutuhan Pemprovsu untuk peningkatan PAD bagi menopang pembangunan daerah. Inilah awal perubahan itu, komitmen yang harus dilakukan oleh Gubernur dengan segera, karena proses akhir seleksi ini ada pada keputusan Gubernur, abaikan saja rekomendasi dari Dewas jika hal itu diduga meragukan komitmen Gubernur Gatot Pujonugroho dalam membangun daerah melalui PDAM yang kuat dan mandiri.” Ujar Muhri Fauzi Hafiz, mengakhiri.

To Top