Home

Bisnis Syariah Solusi Perlambatan Bisnis PT. Bank Sumut

MELIHAT perkembangan terkini dari BUMD keuangan yang dimiliki pemerintah daerah provinsi Sumatera Utara yaitu PT. Bank Sumut, maka saya ingin berbagi satu pemikiran untuk kemajuan PT. Bank Sumut lebih baik lagi.

Prospek mengembangkan Unit Usaha Syariah (UUS) yang dimiliki PT. Bank Sumut menjadi Bank Umum Syariah (BUS) yang fokus mengembangkan bisnis berpola syariah di Sumatera Utara, merupakan strategi yang baik ditengah perlambatan bisnis PT. Bank Sumut pada saat ini. Tidak ada yang berat jika semangat yang dimiliki berlandaskan dengan semangat keluhuran yang bersumber dari hukum yang tertinggi.

Di provinsi jawa Barat, BUMD keuangan yang dimililiki pemerintah daerahnya, yaitu PT. Bank Jabar, sudah memulai kerja besar tersebut di atas. Pemerintah provinsi Jawa Barat beserta kalangan DPRD dan pihak lainnya serta masyarakat menyadari bisnis perbankan syariah cukup menjanjikan.

Fokus pada unit usaha yang mengembangkan bisnis syariah belum cukup, menjadi salah satu BUS daerah yang kuat itulah pilihan yang harus dilakukan.

Sekilas dari berbagai sumber yang saya himpun, diketahui bahwa pendirian BUS Bank Jabar syariah diawali dengan pembentukan divisi/Unit Usaha Syariah oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. pada tanggal 20 Mei 2000, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Barat yang mulai tumbuh keinginannya untuk menggunakan jasa perbankan syariah pada saat itu.

Setelah 10 (sepuluh) tahun operasional Divisi/Unit Usaha syariah, manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. berpandangan bahwa untuk mempercepat pertumbuhan usaha syariah serta mendukung program Bank Indonesia yang menghendaki peningkatan share perbankan syariah, maka dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. diputuskan untuk menjadikan Divisi/Unit Usaha Syariah menjadi Bank Umum Syariah.

Bank Sumut Miliki Kantor Di Kabupaten/Kota

Kehadiran perbankan syariah di Indonesia dan provinsi Sumatera Utara sesungguhnya memiliki beberapa latar belakang. Selain prospek bisnis yang menguntungkan, alasan lainnya adalah, pertama,kondisi objektif yang ada di masyarakat kita tentang keyakinan bahwa bunga bank adalah riba.

Keyakinan ini tidak bisa dibantah lagi, oleh karena itu, pemerintah daerah perlu mengakomodir kebutuhan lapisan masyarakat tersebut dengan mengembangkan sistem perbankan syariah yang tidak mem-peranakkan bunga dan mendasari kegiatan usahanya berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

Keadaan ini merupakan satu peluang bisnis yang potensial, meskipun PT. Bank Sumut memiliki UUS, namun jika dibandingkan dengan Bank Umum yang ada di Sumatera Utara, kehadiran UUS PT. Bank Sumut ini masih belum mampu menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Sumatera Utara yang berdomisili di Kabupaten/Kota, padahal hampir merata diketahui PT.Bank Sumut memiliki kantor Cabang di Kabupaten/Kota.

Sebagai perbandingan lainnya, kita juga menemukan bank umum konvensional yang sudah memiliki BUS sendiri yang beroperasi di daerah. Misalnya PT. Bank Syariah Mansiri, PT. Bank Syariah BRI, PT. Bank Syariah Bukopin, PT. Bank Syariah Niaga, dan lainnya, jika dicermati kelompok ini berkompetisi secara berkelanjutan mengejar potensi pasar yang terus berkembang dengan membuka cabang-cabangnya di Kabupaten/Kota.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top