Opini BangFauzi

Arah Baru Indonesia

Bangfauzi.com – Bang kita mendengar kata Indonesia! Indonesia! Apa yang terbayang dalam pikiran kita? Sebagai bagian dari rakyat Indonesia, masing-masing kita pasti memiliki lintasan bayangan yang terpikir saat mendengar kata Indonesia. Bayangan itu bisa sesuatu yang pernah terjadi pada masa lalu, bisa juga peristiwa kekinian yang sedang terjadi saat ini, bahkan, sekalipun bayangan itu abstrak, tetap kita sudah punya bayangan tentang kata Indonesia.

Pada tahun 2019 yang akan datang, Indonesia sudah memanggil-manggil kita untuk satu peristiwa besar yang setiap lima tahun sekali kita hadapi. Pemilihan umum (Pemilu) 2019, adalah proses demokrasi yang sangat menentukan arah kapal Indonesia mulai dari pusat sampai ke daerah.

Kita mengetahui salah satu pentingnya Pemilu 2019 adalah untuk melahirkan kepemimpinan nasional yang kuat. Yaitu, kepemimpinan yang tidak hanya memenuhi harapan 9 orang atau beberapa orang saja, atau Kepemimpinan yang lupa bahwa sebagian mayoritas rakyatnya adalah kaum perempuan yang berkeyakinan bahwa Jilbab adalah pakaian penutup aurat yang tidak boleh dimasukkan kedalam baju seragam, atau kepemimpinan yang hanya mengatakan bahwa pemuda adalah pemimpin masa depan tetapi tidak satupun prioritas pembangunan yang dijalankan menjadikan pemuda sebagai objek utama untuk lahirnya kepemimpinan yang kuat.

Masa lalu dan hari ini, dari kutipan berita media di jejak digital yang kita baca, jutaan ton sabu impor masuk ke Indonesia, seperti tak terbendung lagi, sasaran utamanya adalah pemuda Indonesia yang berulang kali disebut-sebut sebagai pemimpin masa depan bangsa ini.

Pemilu 2019 adalah kesempatan emas kita menentukan arah baru Indonesia. Disini kita sudah yakin akan kekuatan bersama, sebagai pemuda Indonesia yang ada di kabupaten Langkat ini, kita harus bersepakat melahirkan sosok teladan baru, harus ada, Anis Matta-Anis Matta muda, Fahri Hamzah baru bahkan Timbas Tarigan muda yang sudah kita akui memiliki keteladanan kepemimpinan yang kuat dan baik, sesuai nilai-nilai warisan para Nabi kita.

Menjadi Indonesia yang jelas dan besar di dunia, salah satunya harus memiliki kepemimpinan yang mampu menjadi teladan baik buat anak dan cucu kita. Keteladanan itu harus mengakar dari pusat sampai daerah. Kenapa? Sebab, pemimpin itu adalah pendorong berjalannya energi besar yang berserak dari Sabang sampai Merauke, dari kabupaten Langkat sampai kota Jakarta.

Oleh karena itu, agar Indonesia menjadi lima besar dunia, dari negeri Langkat bertuah ini, mari kita kuatkan peran dengan empat cara, pertama tambah energi tauhid kita. Kedua, jangan lelah doa siang dan malam. Ketiga, berhimpun dalam barisan yang besar. Keempat, mengikat makna narasi baik jauh dari pencitraan dan basa-basi.

Suatu saat nanti kita akan ceritakan kepada anak cucu kita bahwa kita pernah berperan melahirkan kepemimpinan yang kuat di Indonesia sehingga anak dan cucu kita tidak mau tercampak dalam cerita bersambung yang akan dilanjutkan pada masa depan itu. (disampaikan pada acara deklarasi GARBI kabupaten Langkat Minggu 16/12/2018)

To Top