Berita

Jejak Langkah Legislator Muda: Muhri Fauzi Hafiz

Bangfauzi.com – Perjalanan hidup Muhri Fauzi Hafiz sebagai seorang legislator Sumatera Utara yang berasal dari Kota Binjai menarik untuk dijadikan inspirasi. Selain dikenal sebagai tokoh muda yang duduk menjadi anggota Dewan, dia juga sebagai sosok pergerakan yang gencar mengedukasi anak muda terkait bahaya narkoba.

Namun dibalik itu perjuangan pria yang akrab disapa bang Fauzi untuk menggapai impian tidak lah mudah.

“Pada tahun 1995, abang mulai melakukan persiapan pendaftaran ke beberapa SMA, yakni Taruna Nusantara dan Matauli. Namun, atas pertimbangan keluarga dan memang masa itu SMA Matauli kita juga modelnya sama persis dengan SMA Taruna Nusantara Magelang yaitu semi militer”, jawab ayah dua orang anak itu.

Walau terpisah dengan orangtua demi pendidikan, bang Fauzi tetap senang menjalani hari – harinya di bangku SMA.

Ketika pengumuman, ia dinyatakan lulus dengan menempati posisi ke-14. ”Jadi pada waktu itu, jika lulus dengan rangking 1 sampai 40 dibiayai dan masuk asrama. Alhamdulilah abang lulus dengan peringkat 14”, kenang alumni SMPN1 Binjai ini.

Kedua orangtua Bang Muhri juga setuju anaknya bersekolah ditempat semi militer.

”Karena berhasil masuk sekolah semi militer dan tinggal diasrama, orangtua abang menyetujui abang terus di Matauli sesuai dengan cita-cita waktu SMP dulu ingin jadi tentara masuk Akabri”.

Saat menjadi anak asrama (yang dulu istilahnya anak U), Bang Fauzi memliki banyak pengalaman berkesan, salah satunya berkumpul dengan teman – teman yang merantau dan jauh dari keluarga. Disitu bang Fauzi merasa hubungan persahabatan dengan teman – teman seperjuangan merasa semakin erat.

“Tahun awal sebagai angkatan ke-2 di Matauli, kami menempati asrama di kota Sibolga dan sekolahnya dulu masih menumpang di gedung SMA Negeri 1 Sibolga. Saat-saat awal itu sungguh menyenangkan, ya bertemu dengan senior, lalu gedung sekolah masih menumpang ditambah pendidikan disiplin asrama yang sangat ketat, semua itu adalah pengalaman yang tidak bisa terlupakan”.

Salah satu pengalaman yang berkesan dari bang Fauzi saat berseragam putih abu – abu adalah saat maju menjadi salah satu calon ketua OSIS.

”Pada tahun 1996, budaya kampanye sudah ada saat mencalonkan menjadi ketua OSIS. Kampanye dilakukan dengan berbagai macam cara, seperti media tulis dan foto. Selain itu, juga memperkenalkan diri kepada senior angkatan 1, teman – teman angkatan 2 dan adik – adik angkatan 3.” kata Bang Fauzi yang pada saat itu menajdi satu – satunya calon dari kelas unggulan. Saat itu bang Muhri menjadi ketua OSIS Matauli dengan masa bakti 1996 – 1997

Setelah tamat dari Matauli, kegiatan yang dilakukan pada masa itu adalah mengikuti kursus di sekolah setara D1 di salah satu sekolah di kota Medan.” Abang mengikuti kursus dan D1 karena di tahun 1998 abang kalah  dan tidak lolos masuk Akabri, Bahkan tes UMPTN masa itu juga gagal tidak lulus”. Namun bang Muhri tidak menyerah dan putus asa. Pada tahun 1999, bang Fauzi lulus UMPTN dan diterima di Fakultas Ekonomi jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Andalan Padang.

Menurut bang Fauzi, pengalaman yang baik dan pendidikan disiplin yang diberikan Matauli membentuk mentalnya untuk bisa menjalani semua proses kehidupan dengan baik dan selalu bersabar. Tak hanya itu, Bang Muhri juga berpikir bahwa pola dan sistema pendidikan yang dialami selama di Matauli sangat baik dan salah satu solusi untuk membangun karakter pemuda bangsa.

Bang Fauzi juga memiliki kalimat motivasi nih, IKAMA-ers,” Salah satu kalimat motivasi yang pernah Abang suka dan selalu Abang suka sebut-sebut adalah jangan jadi orang kebanyakan. Kalimat ini abang dapat dari satu bait puisi Khairil Anwar, tapi abang lupa judulnya hahah”.kata anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2014-2019 asal partai Demokrat ini.

Ohyaa IKAMA-ers, saat ini Bang Fauzi diamanahkan sebagai sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Matauli (IKAMA) periode 2016 – 2020.”Harapan abang cukup banyak kepada alumni. Salah satunya melalui IKAMA abang berharap alumni berkumpul menjadi satu kekuatan, memberikan bakti untuk membangun Matauli dan alumni, kapanpun dan dimanapun berada.”tutupnya

(Ara Adisti)

To Top