Opini BangFauzi

Saya Tak Setuju UAS Wapres

Bangfauzi.com – Opini ini murni lahir dari keresahan Saya (Bang Fauzi) secara pribadi. Bahkan, tidak ada intervensi yang mempengaruhi apalagi ambisi pribadi. Saya juga menegaskan, opini ini bukan tandingan untuk semua musyawarah dan kekuatan yang sudah setuju mengusung Ustadz Abdul Somad (UAS) menjadi salah satu bakal calon wakil presiden.

Saya Tak Setuju UAS Wapres, ada empat (4) alasannya. Pertama, sedari awal kehadiran UAS adalah sebagai ulama yang mengobati kerinduan umat tentang sosok ulama yang dibutuhkan jaman.

Ulama kita banyak, tetapi kehadiran UAS berbeda dengan adanya ulama kita yang banyak itu. Fakta membuktikan UAS diterima semua kalangan, sehingga UAS menjadi salah satu ulama yang menjadi teladan jaman kekinian.

Lihatlah, bagaimana berbondong-bondong, tua/muda, laki-laki/perempuan, anak-anak/orang dewasa, hadir hanya ingin menatap langsung dan mendengarkan ceramah UAS, tidak hanya di kota tidak pula di desa, semuanya menantikan UAS. Islam, pesan kebaikan yang disampaikan dan sosok UAS menyatukan semuanya.

Jika UAS maju sebagai bakal calon wapres, keteladanan yang tersebut di atas akan perlahan tergerus, karena UAS akan menjadi eksekutif pembantu Presiden, yang harus fokus memikirkan banyak bidang dan banyak permasalahan.

Jika dulu UAS fokus pada penyampaian pesan-pesan mulia ke-Islaman, yang mengobati rindu umat terhadap nilai-nilai luhur Islam, maka, jika menjadi Wapres UAS akan tergerus pikiran dan energinya untuk memikirkan semua masalah dan semua kalangan tidak hanya untuk umat Islam saja tentunya.

Kedua, Wapres bukanlah satu jabatan yang memiliki kekuatan penuh untuk memutuskan semua kebijakan di pemerintahan negara ini. Wapres hanya jabatan wakil (pembantu presiden) yang dalam satu, atau dua urusan penting, kehadiran Wapres bisa diabaikan.

Maka, jika dalam menjalankan tugasnya nanti, UAS dengan kewenangan sebagai Wapres tidak mampu memenuhi harapan rakyat, pastinya ada beban moral yang akan ditanggung umat dan UAS secara pribadi, untuk menyelesaikan semua itu. Pengaruh lebih hebatnya UAS saat ini, nantinya hanya akan menjadi “patung bernyawa,” bukan karena ketidakmampuan UAS secara pribadi, bukan itu, tetapi karena atas nama Undang-Undang dan peraturan yang berlaku, kewenangan Wapres tidak lebih hebat dan besar daripada Presiden.

Ketiga, sistem demokrasi di negara kita masih belum memprioritaskan nilai moral dan integritas sebagai faktor penentu. Sistem demokrasi kita masih mengutamakan suara terbanyak dan “politik uang,” sebagai penentu.

Sebagai calon Wapres UAS akan dihadapkan pada fenomena ini, sehingga walaupun UAS tidak melakukan, bisa jadi ada bagian dari umat, oknum pribadi yang simpati kepada UAS pada hari-hari kampanye, pada hari-hari pemungutan suara Pemilu, melakukan perbuatan tercela dengan memberikan hadiah “suap,” melakukan kebohongan lainnya demi kemenangan UAS, tentunya hal ini nanti semakin membuat orang-orang atau oknum-oknum yang benci terhadap agama ini dan benci kepada UAS, dapat melakukan fitnah dan hasutan, dimana semua itu dipastikan korbannya adalah umat.

Oleh karena itu, janganlah UAS maju sebagai Wapres, karena sistem politik kita saat ini tidak menjadikan nilai-nilai moral dan kepribadian yang baik sebagai dasar pilihan penentu.

Keempat, UAS masih dibutuhkan sebagai ulama, karena masih banyak umat di Indonesia yang menantikan ceramah UAS dari Sabang sampai Merauke. Dari kampung sampai ke kota.

Tetaplah UAS menjadi ulama, maka, akan membuat takut pemimpin untuk berdusta kepada rakyatnya. Wapres bukan jabatan atau amanah bagi seorang ulama, kecuali negeri ini sudah lebih baik dari saat ini, dan ingatlah bukan kewajiban UAS untuk disorongkan menjadi Wapres dengan alasan memperbaiki negeri ini.

Sebaliknya, melalui UAS sebagai ulama, banyak hal yang sudah terbukti semakin baik dalam hubungan keumatan yang berjalan. Mudah-mudahan tulisan bisa sampai kepada UAS dan kepada pendukung UAS untuk Wapres opini ini bukan tandingan atau lawan untuk dukungan anda, opini ini sebagai bentuk rasa rindu sosok ulama yang lama dinantikan yang ada pada diri UAS dan akan hilang kalau UAS menjadi Wapres. (*)

To Top