Berita

Laporkan Hasil Kunker, Anggota DPRD Dapil 12 Minta Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis Dicopot

Bangfauzi.com – Muhri Fauzi Hafiz selaku Ketua Tim Kunker anggota DPRD Sumut daerah pemilihan 12 Kabupaten Langkat dan Kota Binjai merekomendasikan kepada pejabat Gubernur Sumatera Utara untuk mengganti Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis karena tidak menghormati dan melecehkan kewedangan DPRD Sumut.

“Maka pada kesimpulan akhir yang ingin kami sampaikan mewakili Daerah Pemilihan 12 Kabupaten Langkat dan Kota Binjai meminta kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui saudara pejabat Gubernur, untuk mengambil tindakan tegas dengan mengganti Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara,” kata Muhri Fauzi Hafiz dalam Laporan kunjungan kerja anggota DPRD Sumatera Utara, Daerah Pemilihan Sumut 12, Kabupaten Langkat dan Kota Binjai tahun 2018 di Gedung DPRD SUmut, Selasa (17/7/2018)

Asyad Lubis selama ini dianggap telah melecehkan kewenangan lembaga DPRD yang terhormat dalam acara kegiatan kunjungan kerja tahun ini.

Fauzi menilai sejak hari pertama melakukan kegiatan kunker di dapil Langkat dan Binjai dimana dilandasi oleh undang-undang yang berlaku, tak ada satupun anggota dan pejabat yang berwenang mewakili UPT Dinas Pendidikan datang memenuhi undangan kunker yang dilakukan di daerah-daerah.

“Kami di daerah pemilihan 12 kabupaten di Kabupaten Langkat dan Kota Binjai pak pejabat Gubernur. Bertemu dengan jajaran pemerintah kota Binjai, saya selaku Ketua yang memiliki kawan-kawan anggota DPRD yang terhormat, sangat malu sekali ketika bertanya mana ini perwakilan Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sumut,” ungkap Fauzi.

Muhri Fauzi Hafiz saat menyampaikan laporan hasil kunjungan di DPRD Sumut

Dia mengatakan setelah melayangkan undangan resmi dari lembaganya untuk mengundang Kadis Pendidikan Sumut ternyata tidak ada satupun yang hadir.

Atas dasar tersebut Fauzi kemudian meminta pertimbangan Sekda Provinsi Sumut Sabrina terkait hal tersebut. Dia mengatakan muncul anggapan kalau DPRD Sumut tidak mampu untuk menyampaikan pesan-pesan yang tertulis dari lembaganya kepada jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Berikutnya saya coba untuk mengirim sms kepada ibu Sekda Provinsi, meminta pertimbangan mana ini pejabat atau ASN yang mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara. Kami juga malu kepada masyarakat daerah pemilihan kami, karena seakan-akan kegiatan kunjungan kerja ini tidak memiliki dasar,” tambah Fauzi.

Hingga akhirnya perwakilan DPRD Sumut Dapil 12 Kabupaten Langkat dan Kota Binjai pada kesimpulan kalau kepala Dinas tidak pernah berniat untuk kooperatif dan mengakomodasi anggota dewan untuk melakukan kerjasama dalam kegiatan kunker.

Menurutnya kondisi tersebut dianggap sebagai bentuk kesombongan internal, ego sektoral yang ditunjukkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kepada lembaga DPRD yang terhormat.

 

To Top