Berita

Elpiji Nonsubsidi 3 Kg Siap Dipasarkan, Dibanderol dengan Harga Rp 36 Ribu

Bangfauzi.com – PT Pertamina (Persero) akan melakukan uji pasar terhadap tabung elpiji nonsubsidi ukuran tiga kilogram (kg). VP Coorporate Communication Pertamina, Adiatma Sarjito mengatakan, ada 5.000 tabung yang akan ditawarkan ke pasar.

Uji Pasar mulai diberlakukan pada pekan depan. Uji pasar dilakukan di dua kota, yaitu Jakarta dan Surabaya.

Adiatma menjelaskan, 5.000 tabung elpiji tiga kg ini nantinya akan berbeda warna dengan tabung elpiji subsidi yang berwarna hijau.

Selain berbeda warna, bentuk gas elpiji tiga kg nonsubsidi akan menyerupai tabung Bright Gas ukuran 5,5 kg. Bedanya, ukuran elpiji tiga kg nonsubsidi lebih pendek dibandingkan Bright Gas 5,5 kg.

“Untuk tahap awal, kita siapkan 5.000 tabung. Nanti kita sebar di Jakarta dan Surabaya,” ujar Adiatma seperti yang dilansir Republika.co.id, Ahad (7/1).

Rencananya, tabung gas elpiji tiga kg tersebut akan dibandrol dengan harga di atas Rp 12.000 per kilogramnya. Harga tersebut menghitung angka keekonomian gas elpiji yang memang seharusnya dipatok oleh Pertamina.

Hadirnya gas elpiji tiga kg nonsubsidi ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarkat. Jika selama ini gas tiga kg subsidi kerap salah sasaran, ke depan diharapkan tidak ada lagi warga mampu yang memanfaatkan gas tiga kg subsidi tersebut.

Sebelumnya, Plt Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan adanya gas elpiji tiga kilogram nonsubsidi ini merupakan permintaan pasar. Ia mengatakan, peluncuran produk tersebut tidak akan mengganggu penyaluran gas elpiji tiga kilogram bersubsidi.

“Seperti misalnya yang tinggal di apartemen, buat apa beli yang besar. Karena ada demand maka kita siapkan,” kata Nicke.

Distribusi Tertutup Elpiji Subsidi

Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto menyarankan agar distribusi gas elpiji tiga kilogram (kg) bersubsidi dilakukan secara tertutup.

Skema ini dilakukan agar elpiji bersubsidi bisa tepat sasaran.

Djoko menjelaskan, realisasi distribusi tertutup ini juga bisa dilakukan seiring dengan kebijakan Pertamina yang akan mengeluarkan gas elpiji tiga kg nonsubsidi. Ia mengatakan, langkah distribusi tertutup ini juga bisa menjaga cara beli masyarakat sehingga tidak terjadi tumpang tindih.

“Agar tidak terjadi tumpang tindih, mekanisme distribusi tertutup bisa dilakukan. Atau bisa melalui skema Bantuan Langsung,” ujar Djoko.

Djoko menjelaskan, skema distribusi tertutup ini memang saat ini masih dalam proses pembahasan sejalan dengan harmonisasi data penduduk miskin dan mekanisme bantuan langsung.

Hanya saja, Djoko mengatakan skema distribusi tertutup untuk elpiji bersubsidi sudah bisa dilakukan pada 2019 mendatang.

“Untuk saat ini Pertamina lebih dulu meluncurkan yang nonsubsidi tiga kilogram,” ujar Djoko.

Di satu sisi, masyarakat diharapkan juga bisa ikut menyukseskan skema subsidi. Jika masyarakat merasa mampu untuk membeli elpiji nonsubsidi, harapannya tidak lagi mengkonsumsi elpiji bersubsidi.

Lagipula, kata Djoko, nantinya elpiji nonsubsidi yang dikeluarkan oleh Pertamina akan berbeda dengan elpiji gas melon. Warna elpiji tiga kilogram akan berbeda juga dengan kemasan yang berbeda.

To Top