Berita

Ketua DPW SAN Sumut Puji BNNP Ungkap Peredaran Narkoba Di LP Tanjung Gusta

Bangfauzi.com – Muhri Fauzi Hafiz ketua DPW Sumatera Utara organisasi Satuan Tugas Anti Narkoba atau SAN Sumut, menyampaikan pujian kepada BNN Provinsi Sumatera Utara yang berhasil mengungkap peredaran gelap narkoba di LP Tanjung Gusta.

Menurutnya hal ini merupakan komitmen nyata pihak BNN mulai dari pusat sampai daerah khususnya provinsi Sumatera Utara yang telah berhasil mengungkap peredaran narkoba di LP Tanjung Gusta.

“Pertama, kami sebagai salah satu organisasi masyarakat yang fokus pada pemberantasan peredaran gelap narkoba mengungkapkan terima kasih kepada pihak BNN yang sungguh-sungguh melawan narkoba,” kata Muhri Fauzi Hafiz di Medan, Jumat (27/4/2018).

Kedua, kami DPW SAN Sumut merasa prihatin dengan lemahnya kinerja kementerian hukum dan HAM wilayah Sumatera Utara yang membawahi lembaga pemasyarakatan di daerah. Fakta ini harus menjadi bahan evaluasi presiden melalui kementerian terkait untuk memperbaiki kinerja aparat.

Ketiga, mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan narkoba.

Peredaran narkoba di Sumatera Utara masih rawan. Tidak hanya perdagangan internasional Malaysia-Indonesia, BNNP Sumut berhasil bongkar peredaran narkoba di balik jeruji lembaga pemasyarakatan Tanjung Gusta.

Deputi BNNP Sumut, Irjen Arman Depari mengatakan seorang pelaku bernama Adil, pernah divonis 5 tahun penjara dengan kasus narkotika.

Kasus tersebut berkembang mengarah ke dalam lembaga kemasyarakatan di Tanjung Gusta.

Boyek salah satu pelaku yang saat itu digeledah di dalam tahanan, dan terbukti menyimpan narkoba jenis sabu, ekstasi, timbangan, tabungan-tabungan dan surat deposito yang kurang lebih Rp 2 miliar.

“Padahal kita sama-sama tahu bahwa lembaga permasyarakatan diawasi 24 jam. Namun inilah yang terjadi jangan-jangan bukan pidana yang diawasi tapi petugasnya yang diawasi,” ujar pria berambut panjang ini, sembari tertawa di depan rumah pelaku.

“Kami melakukan penangkapan orang-orang yang terlibat. Sekarang total jumlah tersangka 8 orang, 5 diantaranya terlibat kasus narkoba dan 3 terlibat tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dan kami menemukan deposito dua miliar di dalam penjara, dan berhasil menyita uang kas Rp 5,6 miliar,” tambahnya.

Selain menyita uang tunai Rp 5,6 miliar, petugas juga menyita sembilan unit hp, delapan kartu ATM dari berbagai bank, delapan buku tabungan, dua buah dompet, ratusan pasang sepatu, puluhan baju kaos yang masih baru, dua unit mobil dan tiga unit rumah yang diduga menjadi gudang narkoba.

Adapun alamat ketiga rumah yang disita, di Jalan Baut gang Besi III, kelurahan tanah 600, Marelan, Jalan Karya II dusun II gang Swadaya nomor 6, Helvetia, dan Kompleks Perumahan Dena Asri Residen 1, Jalan Abdul Sani Muthalib Pasar II, Marelan, Medan.

“Barang yang kami sita ini merupakan bukti yang akan dibawa ke persidangan. Rumah ini diduga digunakan menjadi gudang narkoba dan bisa jadi dijadikan pabrik. Penyidikan akan terus kami lakukan. Sumut masih rawat kejahatan narkoba,” tambah Arman Depari.

Untuk pelaku akan dijerat, UU 35 tahun 2009 pasal 137 dan 138. Kemudian UU nomor 8 tahun 2010 mengenai tindak pencucian uang pasal 2, 3 dan 4.

Bisa diancam hukuman mati dan untuk pencucian uang bisa diancam 20 tahun penjara.

“Kami akan upayakan untuk menyita seluruh aset dan bisa diupayakan untuk membuat pelaku semiskin-miskinnya agar pelaku tidak bisa membuat jaringan narkoba kembali,” tutup Arman.

Paparan pengungkapan kasus narkoba dan tindak pidana pencucian uang berlangsung di tempat kejadian perkara (TKP) di Komplek Residen Dena Asri I, Jalan Abdul Sani Muthalib, Medan, Kamis (26/4).

Beranjak dari kejadian pengungkapan tindak pencucian uang, Tribun Medan menjumpai warga sekitar bernama Nia (35), ia mengatakan, rumah ini milik Siswanto.

“Tidak tahu apa kegiatannya, karena pergi pagi pulang malam. Katanya bang ia jualan baju di Jalan Karya,” ujar wanita berambut pirang.

Sementara puluhan warga masih memadati lokasi pengungkapan kasus narkoba. (*)

To Top