Berita

Sungguh Miris, Masih Ada Warga Sumut yang Makan Garam

Bangfauzi.com – Sejumlah Warga Indonesia yang masih hidup pada garis kemiskinan. Akibat kondisi ekonomi yang lemah, untuk makan pun harus memilih garam sebagai pengganti lauk pauk.

Seperti yang ditemui pada pasangan Edison Lumban Tobing (65) dan Herlina Silalahi (62), saat dikunjungi oleh Anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan di kediamannya di Jalan Gaperta, Gang Martabe Lingkungan V Rel, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Herlina mengatakan seperti yang dilansir Tribun Medan, sejak suaminya sakit dua tahun terakhir, ia harus mengambil alih menjadi kepala rumah tangga.

Untuk menafkahi ketiga cucu dan suaminya yang tak lagi dapat mendampinginya memulung, dia pun harus pergi sendirian.

Herlina yang hanya berpenghasilan Rp 30.000 per hari tidak sanggup mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Akibat kesulitan yang mendera, Herlina dan keluarga pun sering memilih garam untuk pengganti lauk.

Serta, hanya daun ubi yang tumbuh di antara semak-semak yang bisa dibawa pulang untuk dijadikan sayur.

Mereka hanya tinggal di Gubuk berdinding tepas bambu, berlantaikan tanah di pinggir rel kereta api.

Diakuinya, terkadang gubuk mereka kerap disambangangi banjir kala hujan turun dalam rentang waktu yang lama.

Sementara itu, anak semata wayangnya, Marta Mida Lumban Tobing pun sudah mengadu nasib ke Negeri Jiran, Malasya sebagai pembantu rumah tangga. Sedangkan suami Mirda tidak pernah bertanggungjawab atas anak-anaknya, dan tak diketahui dimana kini berada.

Mirisnya, kata ibunya, Marta tidak memiliki status dan kejelasan lagi di Malasya, sehingga tidak bisa membantu untuk menanggung beban keluarga, telebih anak-anaknya yang ia tinggalkan bersama Herlina. (*)

To Top