LANGKAT

Surat Terbuka Muhri Fauzi Hafiz untuk Kabupaten Langkat 2018

Saya Muhri Fauzi Hafiz adalah salah satu orang yang optimis bahwa kesempatan kepemimpinan itu bisa kita ambil saat ini di tahun 2018. Kenapa? Karena kita sudah kuat. Bukan aku, kau atau kami. Saat ini kita, dan ada banyak lagi anak muda Langkat seusia kita, yang sudah bosan dengan model kepemimpinan yang “siram,” sana-sini.

Akibatnya seakan tidak ada kesempatan orang yang tak punya uang, bahkan yang ada terjadi seakan menunjukkan bahwa untuk menjadi Bupati / anggota DPRD dan pejabat di bumi Langkat ini harus punya uang, harus orang kaya.
Padahal semua kedermawanan itu semu, hanya topeng untuk menutupi banyak kekurangan.

Kita akui kitapun bukan orang yang lebih baik dari mereka yang punya jabatan-jabatan yang juga didapat dari “membodohi,” banyak orang. Kita akui kita tidak punya “budak-budak,” pengikut buta seperti mereka, kita akui kita tidak punya “simpanan,” berkilo-kilo uang.

Tetapi kita berani bertaruh, bahwa kita punya tekad untuk membangun daerah ini jauh lebih baik dari niat mereka.

Kita harus bersatu, menolak politik uang yang membodohi banyak orang. Ini bukan soal sekarang kita dapat apa? Tetapi nanti untuk masa depan anak dan cucu-cucu kita.

Bukan tidak banyak potensi untuk kita bisa bangun dan manfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat di bumi Langkat, mulai dari kearifan lokal yang kita punya, kecerdasan anak muda-nya, pariwisata yang sudah mendunia, perkebunan, pertanian, peternakan, sampai batu dan pasir Langkat pun sangat dibutuhkan negara ini.

Ayo kita buat gerakan perlawanan itu, kita buat perjanjian dengan rakyat, membangun Langkat bukan dengan gaya lama seperti penjajahan Belanda dulu, semua dibuat menjadi ketakutan, terancam, mau tidak mau menjadi romusa dan penjilat.

Bukan pula seperti tuan kaya-raya yang hambur-hamburkan uang untuk dipuji dan disanjung.

Bukan! Itu bukan gaya kita! Ini menyangkut jutaan nasib orang Langkat dan generasi selanjutnya. Kalau kita diam dan ikut-ikut maka habislah cita-cita mulia dan masa depan yang kita idamkan.

Dulu saja pendiri negara ini hanya butuh beberapa pemuda saja. Setelah itu kita lihat perubahan yang kita rasakan tahun ini. Lalu kenapa kita diam seakan ketakutan? Apalagi yang kita tunggu? Kiamat? #langkat2018

To Top