Ekonomi

Saldo Rp 1 M Dipecah ke Banyak Rekening Tetap Bakal Diintip Pajak, Gimana Caranya?

Bangfauzi.com – Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi memastikan, masyarakat yang melakukan pemecahan saldo rekening pada saat pelaksanaan Automatic Exchange of Information (AEoI) tetap bisa diintip.

“Bisa dong, kamu punya rekening, kamu pecah di bank A, bank B, bank C, Rp 200 juta, Rp 200 juta, Rp 200 juta, namanya kamu, alamatnya sama, ya tetap kena,” kata Ken di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (9/6/2017).

Hal serupa juga akan tetap dilakukan oleh Ditjen Pajak bagi masyarakat yang melakukan pemecahan saldo rekening keuangan ke beberapa rekening keuangan atas nama yang berbeda.

“Pasti ketemu, kalau kamu mengatas namakan saya yah, kalau saya dicecar orang pajak masa iya saya tidak mengaku,” jelas dia seperti yang dikutip dari Detik.com.

Meski demikian, Ken mengaku sampai saat ini belum adanya tindakan atau aturan yang mengatur hal tersebut. Namun, dia percaya bahwa masyarakat Indonesia tidak akan melakukan hal tersebut.

“Seperti bu menteri (Sri Mulyani) bilang, berprasangka baik aja lah, kalau soal dipecah pasti iyalah, untuk apa sih, inikan yang AEoI, kita ada satu lagi dalam perpu itu ada yang by request, dan bisa diminta,” tutupnya.

Baca juga: Berani Pecah Saldo Rp 1 M ke Banyak Rekening, Ini Ancaman Sri Mulyani

Diketahui, Kementerian Keuangan resmi melakukan revisi terhadap batasan saldo atau treshold rekening keuangan menjadi Rp 1 miliar dari yang sebelumnya paling sedikit Rp 200 juta.

Batasan saldo yang sebesar Rp 200 juta ini juga sebelumnya tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Mengenai Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan. Aturan ini juga merupakan aturan pelaksana dari Perpu Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan.

Peningkatan jumlah batas saldo rekning menjadi Rp 1 miliar dianggap memberikan celah bagi masyarakat atau wajib pajak untuk menghindar dengan melakukan pemecahan saldo ke beberapa rekening, tujuan agar tidak menjadi basis data dalam implementasi program Automatic Exchange of Information (AEoI).

To Top